Pemerintah Kabupaten Aceh Timur membangun delapan jembatan bailey untuk mempercepat pemulihan infrastruktur pasca banjir. Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan sementara tersebut bertujuan untuk mengembalikan konektivitas wilayah setelah bencana banjir pada akhir November 2025. Jembatan pertama yang selesai dibangun berada di Desa Baroh Bugeng, Kecamatan Nurussalam, dan telah difungsikan untuk melayani akses masyarakat. Selain itu, pembangunan jembatan bailey juga dilakukan di Desa Seuneubok Rambong, Kecamatan Nurussalam. Proses pembangunan jembatan lainnya juga sedang berlangsung dengan tahap survei yang dilakukan untuk memastikan jenis jembatan yang sesuai dengan kondisi lokasi. Seluruh pembangunan jembatan ini dilakukan dengan dukungan TNI Angkatan Darat dan bersumber dari Kementerian Pertahanan. Diharapkan dengan selesainya pembangunan jembatan, akses menuju pusat pemerintahan, layanan publik, dan pusat perekonomian dapat kembali terbuka, serta mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur melaporkan bahwa sebanyak 174 unit jembatan rusak akibat banjir, sehingga delapan jembatan bailey dibangun sebagai langkah darurat untuk membantu mobilitas masyarakat di wilayah terdampak.
Share
Berita Lainnya
