Wednesday, May 20, 2026

281 Ribu Anak di Aceh Tidak Terima Imunisasi Lengkap: Data Dinkes

Share

281 Ribu Anak di Aceh Belum Lengkap Imunisasi, Risiko Campak Masih Mengintai

Dinas Kesehatan Aceh menyoroti masih besarnya pekerjaan rumah di sektor imunisasi anak. Dalam lima tahun terakhir, tercatat 281.984 anak di Aceh tidak menerima imunisasi lengkap. Kondisi ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sinyal bahwa ribuan anak masih berada dalam posisi rentan terhadap penyakit yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini, termasuk campak.

Pidie, Aceh Utara, dan Bireuen Jadi Sorotan

Data Dinkes Aceh menunjukkan sebaran kasus anak tanpa imunisasi lengkap paling tinggi berada di Kabupaten Pidie, Aceh Utara, dan Bireuen. Tiga daerah ini menjadi perhatian karena jumlah anak yang belum terlindungi masih jauh dari ideal. Di saat yang sama, Aceh juga disebut masih menghadapi rata-rata sekitar lima ribu kasus campak setiap tahun, sehingga rendahnya cakupan imunisasi ikut memperbesar risiko penularan di tengah masyarakat.

Cakupan Rendah, Aceh Tertinggal di Peringkat Nasional

Meski berbagai upaya terus dilakukan, capaian imunisasi lengkap di Aceh masih tergolong rendah. Dalam catatan Dinkes Aceh, provinsi ini berada di peringkat 37 dari 38 provinsi. Posisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan imunisasi di Aceh belum bisa dianggap ringan. Pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan kabupaten dan kota terus mendorong percepatan layanan imunisasi bagi anak-anak yang belum mendapatkan perlindungan penuh.

Penolakan Orang Tua Masih Jadi Kendala

Hasil survei yang dihimpun Dinkes Aceh mengungkap dua alasan utama mengapa sebagian anak belum diimunisasi, yakni ketidakmauan orang tua dan kekhawatiran terhadap efek samping. Dua faktor ini membuat program imunisasi tidak selalu berjalan mulus di lapangan, meski manfaatnya telah lama diketahui. Karena itu, pendekatan edukasi dan komunikasi dinilai menjadi kunci untuk mengubah keraguan menjadi penerimaan.

Pendekatan Langsung Mulai Berbuah Hasil

Dinkes Aceh menyebut sosialisasi yang disertai pendekatan langsung kepada pemerintah daerah telah menunjukkan hasil di beberapa wilayah, termasuk Aceh Tengah dan Aceh Tenggara. Pola serupa kini juga didorong di Kabupaten Pidie, Bireuen, Aceh Jaya, dan Aceh Besar, daerah-daerah yang masih memerlukan perhatian lebih agar angka imunisasi anak bisa terdongkrak. Upaya ini diharapkan tidak hanya mengejar target administrasi, tetapi benar-benar memperluas perlindungan kesehatan bagi anak-anak Aceh.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Berita Lainnya

Berita Terbaru