Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh memastikan sebanyak 220 orang murid SD dan siswa SMP di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang masih belajar di tenda darurat meski terdampak banjir. Meskipun dalam keterbatasan, para siswa di Beutong Ateuh tetap bersekolah di bangunan darurat. Sekolah darurat tersebut meliputi SMP Negeri Beutong Ateuh dengan total 97 siswa dan SD Negeri 1 Beutong Ateuh Banggalang dengan total 123 siswa.
Pemerintah daerah telah menyediakan fasilitas sekolah darurat setelah gedung sekolah lama tidak dapat digunakan, memastikan pendidikan siswa tidak terganggu. Hal ini dilakukan atas instruksi Bupati Nagan Raya, Dr Teuku Raja Keumangan, pentingnya kelangsungan pendidikan bagi anak-anak tanpa terhenti karena kendala gedung. Lokasi belajar siswa SMP di Beutong Ateuh dipindahkan ke gedung tidak terpakai milik Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM.
Guru yang mengajar mayoritas adalah putra-putri asli daerah Beutong Ateuh Banggalang, memastikan proses adaptasi siswa berjalan lancar di sekolah darurat. Siswa juga mendapatkan pendampingan khusus untuk pulih dari kondisi psikologis pasca-bencana, dengan berbagai program trauma healing dari mahasiswa dan LSM. Aktivitas pendidikan di sekolah darurat di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang tetap berjalan dengan lancar hingga saat ini menurut Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya, Aceh.
