BLANGKEJEREN – Pemerintah Daerah Kabupaten Gayo Lues kembali menggelar lomba pacuan kuda tradisional yang diikuti 186 joki kuda dari empat kabupaten, total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp400 juta.

Ketua Panitia lomba Pacuan Kuda dan juga Kepala Dinas Pariwisata Gayo Lues, Syafuddin saat pembukaan pacuan kuda di Stadion Buntul Nege, Senin, 29 Juli 2019 mengatakan, pacuan kuda tradisional tersebut diikuti oleh joki-joki kuda dari Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tenggara dan Gayo Lues.

“Jumlah kuda yang mengikuti lomba mencapai 186 ekor, dengan rincian, dari Aceh Tengah 57 ekor, dari Bener Meriah 57 ekor, dari Aceh Tenggara 13 ekor, dan kuda tuan rumah (Gayo Lues) sendiri mencapai 59 ekor,” katanya.

Pada kesempatan yang sama Wakil Bupati Gayo Lues, Said Sani mengatakan, lomba pacuan kuda sudah turun temurun dilaksanakan di negeri seribu bukit tersebut, selain menjadi budaya, pacuan kuda juga menjadi hiburan yang bisa menarik wisatawan untuk berkunjung ke sana.

“Pacuan kuda ini memiliki sejarah yang panjang sejak jaman dulu, memiliki daya tarik tersendiri, serta menjadi ajang silaturahmi antara warga Kabupaten Gayo Lues dengan Aceh Tengah, Bener Meriah dan Aceh Tenggara, untuk itu kita harus melestarikanya,” katanya.

Kepada penonton dan pemilik kuda, Wakil Bupati berpesan agar jangan menjadikan lomba pacuan kuda sebagai waktu bermaksiat, semua pihak dihimbau agar jangan melakukan judi dan minuman keras karena Gayo Lues merupakan daerah yang menjalankan Syariat Islam.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here