LABUHANHAJI – Musibah kebakaran hebat melanda Dayah Darussalam, Desa Pawoh, Kecamatan Labuhanhaji Barat, Aceh Selatan, Kamis malam, 23 Juni 2016 sekitar pukul 22.00 WIB. Sekitar 150 unit rangkang santri pria hangus dilalap si jago merah.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa naas itu karena saat kejadian para santri sedang melaksanakan ibadah shalat tarawih di Masjid pesantren. Namun akibat peristiwa itu selain menghanguskan ratusan kitab kuning bersama bangunan rangkang yang sudah berusia uzur berdinding papan dan beratap rumbia.

Saat mengetahui bangunan rangkang pria dalam kondisi kosong tersebut sudah dilalap api, ribuan santri dan jamaah suluk yang sedang shalat tarawih di mesjid langsung berhamburan ke luar. Secara bahu membahu dengan menggunakan peralatan seadanya, mereka menyiramkan air ke bangunan tersebut untuk berupaya memadamkan api, namun sayang upaya itu sia-sia karena api begitu membesar.

Bantuan mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan dari Kabupaten Aceh Barat Daya tiga armada serta dari Pemkab Aceh Selatan dua armada berselang satu jam kemudian tiba ke lokasi, juga tidak membuahkan hasil yang memuaskan karena bangunan pondok tempat tinggal santri pria tersebut sudah keburu rata dengan tanah.

Sejauh ini belum diketahui penyebab terbakarnya rangkak santri pria yang dalam kondisi kosong tersebut. Namun beberapa pihak memprediksi bahwa insident naas itu terjadi akibat arus pendek listrik, dugaan lainnya karena ada santri yang lupa mematikan kompor pada malam naas itu.

Peristiwa kebakaran salah satu pesantren tertua di Aceh Selatan yang pernah dipimpin oleh Ulama Kharismatik Aceh, Abuya H Muhammad Waly Al Khalidy tersebut, mengundang perhatian dan keprihatinan sejumlah pejabat teras baik tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi.

Camat Labuhanhaji Barat, TM Nasrizal melaporkan, sesaat pasca terjadi musibah kebakaran, Kamis malam, Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra bersama istri Ny Cut Harnailis serta didampingi beberapa pejabat daerah langsung turun ke lokasi. Meskipun dalam suasana gelap gulita pasca arus listrik di putus total oleh pihak PLN ke lokasi tersebut, namun hal itu tidak menyurutkan langkah bupati. Amatan dilapangan, peninjauan lokasi ditengah gelap gulita oleh bupati bersama pejabat terkait lainnya hanya diterangi lampu bola senter serta penerang dari sejumlah hand phone warga setempat.

Tidak hanya itu, sambung Nasrizal, pada Jumat pagi, Sekretaris daerah Aceh Selatan, H Nasjuddin juga menyempatkan diri meninjau lokasi. Sesaat kemudian, peninjauan lokasi berlanjut oleh Gubernur Aceh, H Zaini Abdullah. Zaini Abdullah berangkat dari Banda Aceh menumpang pesawat Susi Air dan mendarat di Bandar Udara Kuala Batee, Aceh Barat Daya selanjutnya menempuh perjalanan darat menggunakan mobil ke lokasi kebakaran di kompleks Pesantren Darussalam, Labuhanhaji Barat, sekaligus menggelar shalat Jumat bersama ulama dan santri setempat. Kedatangan Gubernur Aceh tersebut terlihat di jemput langsung oleh Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra di Bandar Udara Kuala Batee, Aceh Barat Daya.

Menurut Camat Labuhanhaji Barat, bersamaan kedatangan para pejabat baik tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi ke lokasi kebakaran itu, juga telah didistribusikan ratusan paket bantuan masa panik. Bupati Aceh Selatan bersama Gubernur Aceh juga menjanjikan akan mengupayakan bantuan melalui APBK dan APBA untuk pembangunan kembali rangka santri pria pondok pesantren tersebut. [HM]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here