Sebanyak 13 titik dapur umum yang beroperasi di Kabupaten Aceh Tamiang telah menjangkau sebanyak 159.684 jiwa pengungsi sejak awal bencana banjir bandang dan longsor melanda daerah itu. Menurut Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, Murthalamuddin, saat ini terdapat 13 titik dapur umum di Aceh Tamiang yang masih aktif beroperasi dan melayani kebutuhan pangan pengungsi yang tersebar di berbagai kecamatan.
Dapur umum memang menjadi layanan utama dalam pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi terdampak bencana di Aceh Tamiang. Layanan dapur umum dan pengungsian di wilayah tersebut terbagi dalam dua pola, di antaranya berpusat di wilayah Karang Baru dan di kantor camat sebagai posko utama koordinasi di tingkat kecamatan. Di wilayah Karang Baru, terdapat beberapa titik strategis dengan pengelolaan yang berbeda, dimana Tribun Kantor Bupati menjadi salah satu lokasi terbesar dengan kapasitas 2.800 jiwa.
Selain itu, terdapat juga dapur mandiri di beberapa lokasi seperti di Kampung Bundar, Islamic Center, GOR Aceh Tamiang, dan Simpang 4. Sebagian besar kecamatan di Aceh Tamiang memusatkan layanan pengungsi dan dapur umum di kantor camat masing-masing. Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dinas terkait, relawan, hingga organisasi masyarakat sipil dilakukan dalam pengelolaan dapur umum.
Posko tanggap darurat terus melakukan pendataan lanjutan dan memantau dinamika kondisi di lapangan, termasuk akses logistik, air bersih, dan layanan kesehatan bagi pengungsi. Prinsipnya adalah memastikan warga terdampak banjir memperoleh makanan layak selama masa tanggap darurat.
