Setelah kejadian bencana hidrometeorologi di Aceh pada akhir November 2025, PT PLN (Persero) telah berhasil memulihkan aliran listrik di sebagian besar desa di Aceh. Saat ini, hanya ada 13 desa yang masih belum mendapatkan pasokan listrik setelah bencana tersebut, dari total 6.500 desa yang terdampak. Hal ini berarti sebanyak 6.487 desa di Aceh kini telah menikmati kembali aliran listrik.
Kebanyakan dari 13 desa yang masih belum teraliri listrik berada di Kabupaten Aceh Tengah, dengan delapan desa yang belum terlayani. Sementara itu, sisanya tersebar di beberapa kabupaten lain seperti Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Barat, dan Aceh Tamiang.
Meskipun jaringan listrik masih dalam proses perbaikan, PLN bekerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menyediakan pasokan listrik darurat melalui genset di desa-desa yang terdampak. Hal ini dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan meskipun akses jalan masih terhambat oleh kerusakan infrastruktur akibat bencana.
Tantangan terbesar dalam proses pemulihan adalah kondisi kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan yang menghambat mobilisasi alat berat dan material kelistrikan menuju desa-desa terisolir. Namun, PLN berkomitmen untuk memulihkan jaringan listrik secepat mungkin dengan memastikan keselamatan petugas dan memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana.
Tim teknis PLN terus berupaya untuk memulihkan jaringan listrik secara permanen begitu akses jalan memungkinkan. Dukungan dari pemerintah dan kerja sama antarinstansi diharapkan dapat membantu percepatan proses pemulihan listrik di desa-desa yang masih terdampak bencana.
