,

YGHL Pertanyakan Kompensasi Perdagangan Karbon Leuser

TEROPONGACEH.COM | TAPAKTUAN – Direktur Yayasan Gunung Hutan Lestari (YGHL) Aceh Selatan, Sarbunis, mempertanyakan kompensasi perdagangan karbon dari negara-negara industri di Uni Eropa ke Provinsi Aceh khusus Kabupaten Aceh Selatan sejak beberapa tahun lalu.

Sebab katanya, dari keseluruhan luas wilayah Ekosistem Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) sekitar 2/3 nya berada dalam wilayah Kabupaten Aceh Selatan dimana Pemerintah daerah bersama masyarakat setempat telah menjaga kelestarian ekosistem tersebut selama ini.

Sarbunis menjelaskan, TNGL yang berada di Provinsi Aceh memilki kandungan karbon terbesar di Indonesia, sebagai kompensasi karena telah menjaga kelestarian rawa gambut di sekitar ekosistem leuser, negara-negara industri di Uni Eropa dan belahan dunia lainnya menyalurkan Corforite Sosial Responsibility (CSR) ke Pemerintah Aceh dan khususnya Aceh Selatan sejak beberapa tahun terakhir.

“Namun yang anehnya CSR tersebut tidak pernah diterima dan dinikmati oleh masyarakat Aceh Selatan, kemana dibawa anggaran tersebut,” kata Sarbunis kepada wartawan di Tapaktuan, Selasa, 23 Agustus 2016.

Menurutnya, kompensasi yang di berikan oleh negara-negara industri terhadap Pemerintah Aceh mencapai 30 US Dolar per 1 meter per segi lahan gambut. Bahkan terhadap lahan gambut yang tingkat kesuburan dan kedalamannya lebih bagus perhitungannya bisa melebihi dari angka tersebut.

“Jika saja kompensasi perdagangan karbon ini benar-benar disalurkan secara tepat sasaran, maka rakyat Aceh Selatan tidak perlu lagi mencari mata pencaharian yang lain tapi cukup dengan menjaga kelestarian gambut di kawasan ekosistem Leuser, sudah mampu menyejahterakan masyarakat setempat,” tegasnya.[Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *