,

Wisatawan Malaysia Saksikan Hukuman Cambuk di Banda Aceh

BANDA ACEH – Puluhan wisatawan asal Negeri Perak, Malaysia, menyaksikan prosesi hukuman cambuk terhadap delapan pelanggar syariah, Jumat, 20 April 2018 di halaman Masjid Jamik Lueng Bata.

para wisatawan dari negeri jiran tersebut datang dengan dua bus ukuran besar. Mereka nampak antusia menyaksikan prosesi hukuman uqubat cambuk tersebut. Prosesi pencambukan disaksikan langsung Wakil Wali Kota Banda Aceh, Drs H Zainal Arifin, Ketua TP PKK Kota Banda Aceh, Hj Nurmiaty AR, sejumlah anggota DPRK, Muspika Kecamatan Lueng Bata dan ratusan warga yang memadati halaman Masjid kebanggaan warga Lueng Bata ini.

Proses pencambukan mengundang perhatian warga Banda Aceh. Tampak petugas kerepotan memisahkan anak-anak di bawah umur yang ingin menyaksikan proses pencambukan. Anak-anak dibawah umur (18 tahun ke bawah) diminta petugas meninggalkan lokasi karena tidak dibenarkan prosesi uqubat cambuk ini.

Wakil Wali Kota, Drs Zainal Arfin menyampaikan, Pemerintah Kota Banda Aceh mempunyai komitmen yang kuat dalam hal penegakkan syariat. Penegakan syari’at Islam sangatlah penting, karena dengan tegaknya Syari’at Islam maka ajaran Islam akan terus eksis, hidup dan semarak, sehingga dengan sendirinya dapat menciptakan suasana dan lingkungan Islami yang Gemilang.

“Uqubat cambuk ini merupakan bukti bahwa Pemko bersama-sama dengan warga kota, tetap komit menegakkan Syariat Islam di Banda Aceh. Para Pelanggar Qanun Syariat Islam yang ditangkap dan dicambuk hari ini pun merupakan hasil tindak lanjut dari laporan masyarakat,” ujarnya.

Zainal Arifin meminta, prosesi hukuman cambuk yang dilaksanakan hendaknya tidak hanya menjadi hukuman fisik kepada para pelanggar qanun, tetapi berefek jera kepada pelaku dan menjadi ‘iktibar bagi semua yang menyaksikan.

“Saudara-saudara yang hari ini terkena ‘uqubat cambuk, untuk bertaubat dan tidak mengulangi kesalahannya. Percayalah, pasti Allah SWT akan menerima taubat saudara-saudara sekalian. Demikian juga dengan seluruh masyarakat yang menyaksikan pelaksanakan uqubat cambuk ini, Kami mengingatkan kepada para hadirin, bahwa ‘uqubat cambuk ini bukan untuk mengejek dan menertawakan pelaku, tapi sebagai bahan pelajaran bagi kita semua. Bahwa apapun yang kita lakukan ada konsekuensinya,” pinta Zainal Arifin.

Dalam kesempatan ini, Zainal Arifin juga meminta agar anak-anak yang belum cukup umur untuk tidak menyaksikannya. “Anak-anak kita larang untuk menyaksikan ini. Hal ini terkait dengan upaya kita bersama untuk menjaga sisi psikologis anak,” jelasnya.

Sementara terkait dengan keluarnya Pergub, dimana pelanggar Qanun Jinayah akan dicambuk di Lapas, Zainal Arrifin mengatakan belum bisa dilakukan karena belum ada turunannya seperti petunjuk teknis.

“Selain belum ada Juknis, kita juga perlu meminta arahan dari ulama terkait peraturan ini, baru kemudian kita tindak lanjuti. Intinya kita tetap meminta petunjuk ulama dan juga berkomunikasi dengan Forkompinda Kota,” ujarnya.[rls]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *