,

Wisata Religi ke Masjid Madinah Khoja Faqih

Ia pernah menjadi penasehat militer Sulthan Iskandar Muda ketika menyerang Portugis di Semenanjung Malaka tahun 1620. Dikenal dengan nama Tgk Japakeh, pendiri pusat pendidikan militer kerajaan di Raweu.

Tgk Japakeh berasal dari Khoja Faqih, Turki, namun orang-orang di Negeri Meureudu suka memanggilnya dengan nama yang singkat kemudian disertai dengan nama daerah asalnya. Jalaluddin dipanggil dengan nama “Ja” sementara Fakih orang Aceh menyebutnya “Pakeh” sehingga Tgk Jalaluddin Faqih dipanggil dengan nama Tgk Japakeh yang bermakna Tgk Jalaluddin dari Faqih.

Ketika Kerajaan Aceh dipimpin oleh Sulthan Iskandar Muda (1607-1636), Tgk Japakeh diangkat sebagai penasehat militer ketika Aceh menyerang Portugis di semenanjung Malaka tahun 1620. Teungku Japakeh juga dikenal sebagai pendiri pusat pendidikan militer Kerajaan Aceh di kawasan Raweu dalam negeri Meureudu. Para mualim yang melatih tentara kerajaan di pusat pendidikan militer itu merupakan orang-orang yang dikirim dari Turki oleh khalifah Usmaniyah. Tgk Japakeh wafat pada tahun 1650.

Masjid Madinah dibangun oleh Tgk Japakeh pada tahun 1623 Masehi setelah kembali dari perang menyerang Portugis di Semenanjung Malaka, merupakan salah satu mesjid tertua dan bersejarah di Aceh.

Masjid ini terletak di Gampong Dayah Kruet, Kemukiman Kuta Baroh, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Di dalam mesjid tua ini sampai sekarang masih tersimpan peninggalan masa lalu berupa sebuah guci, mimbar dari Arab, dan dua buah batu yang sering digunakan Tgk Japakeh untuk prosesi penyumpahan bila ada orang yang bersengketa.

Mimbar dalam Mesjid Madinah merupakan mimbar yang dibuat di Madinah Al Munawarah, Arab Saudi. Mimbar itu dibawa pulang oleh Tgk Japakeh ketika beliau kembali dari naik haji ke Arab Saudi.

Meski sudah agak lapuk karena usianya sudah sangat tua, di mimbar yang terbuat dari kayu ini masih terlihat jelas ukiran kaligrafi. Konon arsitek mesjid ini merupakan seorang muslim dari Tiongkok yang dikenal denan nama Husein Cina.

Di Masjid Madinah juga terdapat dua batu. Batu itu selain digunakan sebagai tempat mencuci kaki jamaah yang hendak shalat di dalam masjid, juga sering digunakan sebagai tempat membasuk kaki atau bersuci orang yang hendak disumpahkan oleh Tgk Japakeh bila terjadi suatu kasus atau perkara dalam masyarakat sekitar. Karena itu batu ini dinamai batei sumpah, yanki batu tempat orang-orang akan disumpahkan.

Selain itu juga ada Guci Siam yang terletak di pintu utama masuk ke dalam mesjid. Kabarnya guci Siam adalah guci yang dibawa pulang oleh Tkg Japakeh dari Arab ketika pulang naik haji. Bersama guci ini juga dibawa pulang dari Arab sebuah mimbar yang sampai sekarang masih tersimpan di dalam mesjid tersebut.[]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Iskandar Norman

Pemimpin Redaksi http://teropongaceh.com. Pernah bekerja di Tabloid Modus Aceh, Harian Aceh Independen, Harian Aceh dan Pikiran Merdeka. Menulis sejumlah buku seperti Nuga Lantui, Legenda Aceh dan Hadih Maja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *