,

Wartawan Diminta Tidak Terlibat Politik Praktis

TAPAKTUAN – Para wartawan di Aceh, khususnya yang bernaung di bawah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) diminta tidak terlibat dalam politik praktis, baik menjadi pengurus partai politik (Parpol) maupun tim sukses (Timses) kandidat kepala daerah tertentu.

Permintaan itu disampaikan Ketua PWI Aceh, Tarmilin Usman. “Sesuai instruksi Dewan Pers, seluruh wartawan yang bekerja di sejumlah media massa dilarang terlibat dalam politik praktis. Jika ingin terlibat menjadi pengurus parpol maupun menjadi tim sukses kandidat bakal calon kepala daerah tertentu maka yang bersangkutan harus mundur dari profesi wartawan,” kata Tarmilin Usman saat dihubungi dari Tapaktuan, Selasa, 18 Oktober 2016.
 
Menurut dia, PWI selaku organisasi profesi tertua di Indonesia menjunjung tinggi etika, independensi, integritas dan profesionalisme terhadap anggotanya, akan mengambil tindakan tegas terhadap oknum wartawan tertentu yang terbukti terlibat dalam politik praktis.
 
“Khusus terhadap rekan-rekan wartawan yang bernaung di bawah organisasi PWI Aceh, kami ingatkan agar jangan coba-coba terlibat dalam politik praktis, jikapun ingin terlibat maka yang bersangkutan segera mengajukan pengunduran diri baik dari profesi wartawan maupun dari anggota PWI, sebelum organisasi menjatuhkan sanksi tegas terhadap yang bersangkutan,” tegasnya.
 
Tarmilin mengatakan, tujuan Dewan Pers menetapkan aturan tersebut adalah untuk memastikan agar Pers di Indonesia tetap “Merdeka” tidak dibungkam untuk kepentingan kelompok tertentu, sehingga dengan sikap independen tersebut maka Pers Indonesia khususnya Aceh masih mendapat kepercayaan di mata public.
 
“Demi menjaga kepercayaan publik tersebut, maka Dewan Pers dan beberapa organisasi profesi seperti PWI membuat aturan tegas untuk menjamin keberadaan pers tetap independen. Karena itu, kami mengingatkan kepada para wartawan khususnya anggota PWI Aceh agar bersikap independen dan profesional menjelang berlangsungnya pesta demokrasi Pilkada serentak tahun 2017. Dalam melaksanakan tugasnya dilapangan di harapkan agar mempedomani kode etik jurnalistik serta UU Pers Nomor 40 tahun 1999,” harapnya.[Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *