,

Warga Tanam Pisang di Jalan Tapaktuan – Medan

TAPAKTUAN – Masyarakat Desa Fajar Harapan, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan menanam pohon pisang di tengah-tengah badan jalan negara lintasan Tapaktuan – Medan, Sumatera Utara, sejak Kamis, 23 Februari 2017.

Langkah ini terpaksa ditempuh masyarakat setempat berhubung lobang-lobang besar yang memenuhi sisi kiri dan kanan termasuk tengah-tengah badan jalan negara berukuran 50-100 cm dengan kedalaman 80-90 cm tersebut yang sudah ada sejak beberapa tahun lalu sampai saat ini tidak kunjung diperbaiki oleh pihak pemerintah.

“Lobang-lobang besar yang memenuhi badan jalan negara tersebut sangat membahayakan pengendara yang melintas. Sudah banyak pengguna jalan khususnya pengendara kendaraan bermotor roda dua yang mengalami kecelakaan di lokasi tersebut,” kata Kepala Desa Fajar Harapan, Kecamatan Kluet Utara, Moliddin, Jumat, 24 Februari 2017.

Menurutnya, lobang-lobang besar yang memenuhi badan jalan Negara tersebut berasal dari bekas pengerukan pembuatan box culvert yang melintangi badan jalan. Namun sayangnya, setelah badan jalan tersebut di keruk dan kemudian dipasang box culvert melintangi badan jalan oleh pihak kontraktor pelaksana proyek, lobang-lobang tersebut tidak di tutup menggunakan aspal hot mix atau dengan cara pengecoran semen kembali.

“Lobang-lobang tersebut hanya di tutup menggunakan tanah timbunan, sehingga sudah barang tentu ketika di guyur hujan tanah tersebut hanyut dibawa air, sehingga lobang-lobang besar kembali mengancam pengendara. Seharusnya lobang – lobang itu di tutup menggunakan aspal hot mix atau pengecoran semen kembali,” sesal Moliddin.

Dia menyatakan, di lokasi tersebut cukup sering terjadi kecelakaan lalu lintas yang menelan korban luka-luka dan patah tulang selama ini, karena badan jalan di sekitar lokasi tersebut lurus sehingga pengendara secara tidak sadar terus memacu kendaraannya dalam kecepatan tinggi.

“Karena di lokasi tersebut memang jalan lurus sehingga pengendara langsung memacu kendaraannya. Apalagi sebelumnya badan jalan di wilayah itu sangat bagus, sehingga pengendara tidak sadar atau tidak tahu ternyata sekarang ini sudah rusak dan berlobang,” ujarnya.

Untuk menghindari kembali jatuhnya korban jiwa, masyarakat setempat mendesak pihak Pemkab Aceh Selatan dan Pemerintah Aceh segera memperbaiki kembali badan jalan Negara yang dalam kondisi berlobang tersebut dalam waktu dekat ini.[Hendri Z]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *