,

Warga Nias Selatan Masuk Islam di Samadua

TAPAKTUAN – Sedang Ziraluo (40), warga Desa Bawomataluo, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara yang sebelumnya beragama Kristen Protestan memilih memeluk agama Islam di Aceh Selatan.

Prosesi pensyahadatan pria duda beranak tiga berlangsung di Masjid Al-Furqan, Gampong Jilatang, Kecamatan Samadua, Aceh Selatan, Jumat, 20 Oktober 2017 sekitar pukul 10.30 WIB.

Pensyahadatan ini dipimpin Kepala Baitul Mal Aceh Selatan, Tgk H Ahmad Ibrahim dengan turut disaksikan oleh Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Selatan, M Rasyid, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Samadua Bakarudin SAg, Imam Masjid Al-Furqan Rizal Zaimun dan Keuchik Gampong Jilatang M Yasin Fajri.

Hadir menyaksikan kegiatan ini antara lain, Camat Samadua Nyak Mansur, Kapolsek Ipda Bima R Putra, Danramil Kapten Arh Rahman, para kepala mukim dan keuchik se- Kecamatan Samadua serta puluhan warga setempat.

usai masuk Islam ia berganti nama menjadi Abdurrahman. Ia mengaku keputusannya memeluk Islam murni atas niat dan kesadaran sendiri tanpa paksanaan dari pihak manapun. “Saya tertarik kepada ajaran Islam yang damai, rukun dan teguh keimanannya. Karakter warga di sini juga sangat santun dan ramah penuh tata krama,” ujar Abdurrahman.

Kadis Syariat Islam Aceh Selatan, M Rasyid dalam sambutannya mengharapkan kepada warga non-Islam yang ingin memeluk Islam, agar keputusan yang akan diambil tersebut benar-benar lahir dari keinginan dan kesadaran sendiri tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Hal itu disampaikannya bertujuan agar tidak terulang kembali kejadian seperti di Kecamatan Trumon baru-baru ini. Dimana ada seorang mualaf masuk Islam karena tertarik kepada seorang wanita cantik di kampung itu. Namun setelah dilamar ternyata keluarga wanita itu tidak mengizinkan wanita itu dinikahi oleh mualaf tersebut, lalu mualaf itu kembali pulang ke kampungnya di Nias dan kembali keluar dari agama Islam.

“Kami berharap kejadian serupa tidak terulang lagi, karena tidak ada pemaksaan masuk Islam. Keputusan masuk Islam harus dengan niat dan kesadaran sendiri bukan atas dasar untuk kepentingan sesuatu,” pinta M Rasyid.

Keuchik Gampong Jilatang, M Yasin Fajri menyatakan bahwa keberadaan Sedang Ziraluo yang saat ini sudah berganti nama menjadi Abdurrahman di Samadua sudah sejak dua bulan lalu.

Kata Fajri, Abdurrahman tinggal dengan anak perempuannya yang menikah dengan warga Lorong Hulu, Gampong Jilatang, Samadua. Selama berada di Samadua, Abdurrahman yang memiliki keahlian bidang pertukangan, bekerja di sebuah usaha perabotan di gampong setempat.

“Beberapa waktu lalu, tiba-tiba saudara mereka menghubungi kami menyampaikan bahwa Abdurrahman tersebut ingin memeluk agama Islam. Permintaan itu langsung kami respon dan segera dikoordinasikan dengan pejabat terkait,” kata M Yasin Fajri.

Dia menambahkan, sesuai prosesi pensyahadatan tersebut, pihak Baitul Mal Aceh Selatan juga menyerahkan santunan kepada mualaf asal Nias itu selama satu tahun. Disamping itu, ujar M Yasin, pihak Baitul Mal juga berkomitmen akan menyalurkan anggaran pembinaan kepada yang bersangkutan secara berkelanjutan seperti yang telah disalurkan kepada seluruh mualaf yang ada di daerah itu.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *