,

Warga Kembali Temukan Mayat Tim Survey PLTA Asal Bandung

TAPAKTUAN – Satu lagi jasad tim survey PLTA asal Bandung yang terseret arus ditemukan. Jasad pria bernama Testa Muhamamd Abduh ditemukan Sabtu, 31 Desember 2016 sekitar pukul 17.30 WIB oleh Ratusan warga Desa Jambo Papeun, Kecamatan Meukek, Aceh Selatan.

Camat Meukek, Abdul Latif membenarkan informasi penemuan satu lagi korban hanyut terseret arus sungai Alue Buloh, puncak gunung Desa Jambo Papeun tersebut.
“Iya benar, kami baru saja menerima informasi penemuan mayat korban satu lagi tersebut melalui radio RAPI. Tapi mengenai identitas korban serta lokasi penemuannya kami belum mendapat keterangan lebih rinci,” kata Abdul Latif singkat.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Selatan, Erwiandi memastikan bahwa satu lagi korban terseret arus sungai Alue Buloh yang ditemukan warga Desa Jambo Papeun pada Sabtu, 31 Desember 2016 sekitar pukul 17.30 WIB bernama Testa Muhammad Abduh.

Korban merupakan seorang Mahasiswa kelahiran tahun 1992 alamat Desa Abtapani Wetan, Kecamatan Antapani, Kota Bandung.“Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan korban pertama yakni berjarak sekitar 1 kilometer masih dalam muara sungai Alue Buloh. Sedangkan satu lagi korban bernama Muktar Yuli asal Desa Jambo Papeun sampai saat ini masih dilakukan proses pencarian,” kata Erwiandi.

Korban yang ditemukan pertama kali atas nama Syarif Basarah, kata Erwiandi, telah selesai dievakuasi oleh masyarakat dimana mayatnya sudah berada di perkampungan penduduk Desa Jambo Papeun. Sedangkan untuk korban kedua yang telah berhasil ditemukan, mayatnya sedang dalam proses evakuasi dan diperkirakan malam ini juga sampai ke perkampungan penduduk Desa Jambo Papeun.

Rencananya, sambung Erwiandi, kedua jenazah tersebut malam ini juga dibawa ke RSUD Yulidin Away Tapaktuan untuk proses autopsi sebelum diserahkan kepada pihak PT Tri Nusa Energy sebagai penanggungjawab terhadap para pekerja yang bertugas melakukan survey geologi PLTA Kluet 1 tersebut.

“Terkait proses pemulangan kedua jenazah tersebut ke kampung halamannya di Bandung, Jawa Barat kami serahkan sepenuhnya kepada pihak PT Tri Nusa Energy. Sebab langkah itu menjadi tanggungjawab mereka,” ujar Erwiandi.

Sementara itu, Environmental and Forestry Advisor PT Trinusa Energi Indonesia, Ir Nur Hidayat yang dihubungi ke nomor ponselnya meskipun terdengar suara panggilan masuk namun tidak mengangkat telephone. Demikian juga pesan singkat (SMS) yang dikirim hingga berita ini di turunkan yang bersangkutan tidak membalasnya.

Dengan penemuan ini, maka sudah dua orang korban berhasil ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia. Sebelumnya pada hari yang sama Sabtu, 31 Desember 2016 sekitar pukul 11.00 WIB warga Jambo Papeun juga telah menemukan korban atas nama Syarif Basarah asal Bandung yang tersangkut batang kayu dan batu besar dalam sungai Alue Buloh berjarak sekitar 25 hingga 30 meter dari lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Sungai Alue Buloh.[Hendri Z]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *