,

Warga Gunung Kerambil Mengungsi Akibat Abrasi

TAPAKTUAN – Abrasi melanda Desa Gunung Kerambil, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan, Senin, 30 Mei 2016. Pemukiman warga di wilayah pesisir tersebut terancam amblas ke laut akibat diterjang ombak pasang.

Kepala Desa Gunung Kerambil, Syaripudin mengatakan, dari puluhan rumah yang terancam amblas, delapan unit tergolong sangat parah. “Dari delapan rumah itu tiga diantaranya rusak parah di bagian dapur akibat dihantam ombak pasang, sementara yang lainnya sudah sempat tergenang air laut. Jarak antara rumah penduduk dengan bibir pantai tinggal sekitar satu meter lagi,” kata Syaripudin.

Ketiga rumah penduduk yang bagian dapurnya sudah rusak tersebut masing-masing milik Suhaimi, Miswandi dan Faridah. Rumah semi permanen yang berdiri di pinggir pantai itu untuk sementara ini tidak bisa ditempati lagi karena di samping bagian dapurnya sudah hancur juga ombak laut yang sedang mengganas telah menggenangi se-isi rumah.

“Kalau rumah penduduk lainnya hanya sesekali masuk air laut, tapi untuk ketiga rumah tersebut tergolong sudah sangat parah karena bagian dapurnya sudah bobol sehingga air laut sangat leluasa menggenangi isi rumah,” ungkapnya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pemilik rumah tersebut telah mengosongkan seluruh isi rumah ke rumah sanak keluarga yang dinilai aman dari terjangan abrasi laut. Tidak hanya itu, seluruh penghuni rumah yang berjumlah tiga Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 15 jiwa tersebut, juga telah memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman dengan mendirikan tenda yang disediakan oleh Pemkab Aceh Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Kami telah mendirikan tenda yang diberikan oleh BPBD sebagai tempat tinggal sementara tiga KK atau sebanyak 15 jiwa yang mengungsi tersebut. Para warga ini memilih mengungsi untuk sementara waktu sambil menunggu air laut surut kembali,” ujarnya.

Masyarakat setempat, kata Syaripudin, sangat mengharapkan kepada Pemkab Aceh Selatan dan Pemerintah Aceh segera membangun tanggul pengaman pantai (break water) sepanjang lebih kurang 500 meter di sepanjang pantai Desa Gunung Kerambil untuk menghindari ambruknya puluhan rumah penduduk serta fasilitas infrastruktur lainnya ke dasar laut.

“Satu-satunya solusi untuk menanggulangi bencana abrasi laut ini adalah dengan cara dibangun tanggul pengaman pantai. Karena itu, kami meminta kepada pihak pemerintah segera membangun tanggul pengaman pantai,” pintanya.

Kepala BPBD Aceh Selatan, Erwiandi, mengatakan pihaknya telah menurunkan petugas untuk meninjau bencana abrasi pantai di Desa Gunung Kerambil dan beberapa titik lokasi abrasi lainnya dalam wilayah Aceh Selatan.

Menurutnya, untuk menanggulangi bencana abrasi di Desa Gunung Kerambil, pihaknya berjanji segera akan berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air supaya dapat segera dibangun tanggul pengaman pantai dalam tahun 2016 ini.

Sebab, ujarnya, bencana abrasi pantai yang terjadi di Desa Gunung Kerambil tersebut tidak bisa ditangani oleh BPBD melalui program Rehabilitasi dan Rekonstruksi karena di lokasi tersebut tidak terdapat tanggul yang telah dibangun sebelumnya.

“Yang sifatnya pembangunan proyek baru, harus ditangani langsung oleh dinas teknis sementara yang bisa ditangani oleh BPBD sifatnya rehab rekon, seperti pembangunan tanggul sepanjang 300 meter lagi di Desa Lhok Keutapang, Tapaktuan pada tahun 2016, sebab di lokasi itu sudah pernah ada bangunan tanggul yang terbuat dari semen namun telah roboh akibat dihantam ombak laut,” jelasnya.

Erwiandi menambahkan, untuk menanggulangi beberapa titik lokasi bencana alam abrasi laut dan erosi sungai dalam wilayah Aceh Selatan seperti abrasi laut yang terjadi di sepanjang bibir pantai Desa Lhok Bengkuang, Kecamatan Tapaktuan dan abrasi laut yang terjadi di sepanjang pantai Desa Blang Poroh, Kecamatan Labuhanhaji Barat serta erosi sungai yang terjadi di Desa Pawoh, Labuhanhaji dan erosi sungai yang terjadi di Menggamat, Kecamatan Kluet Tengah, Pemkab Aceh Selatan melalui BPBD telah mengusulkan anggaran ke Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencapai Rp 50 miliar.

“Anggaran tersebut kemungkinan besar akan di realisasikan dalam tahun 2016 ini. Jika anggaran tersebut sudah turun, maka kami segera akan melakukan pembangunan tanggul di beberapa titik lokasi bencana alam yang sudah sangat meresahkan masyarakat tersebut,” pungkasnya.[HM]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *