Warga Gayo Lues Ramai-Ramai Jual Kebun

0
2563

BLANGKEJEREN – Warga Kabupaten Gayo Lues mulai menjual perkebunan dengan harga Rp40 juta hingga Rp100 juta lebih per hektar, kemungkinan besar di masa mendatang, penduduk lokal akan tersingkir ke pinggir pengunungan yang jauh dari pusat kota.

Usup warga Blangkejeren, Selasa, 19 Februari 2019 mengatakan, saat ini harga kebun kosong di Gayo Lues dijual mayarakat dengan harga Rp30 juta hingga Rp40 juta per hektar, lokasi kebun itu juga berdekatan dengan jalan dan pusat kota, sedangkan harga kebun yang sudah berisi tanaman kopi atau tanaman lainya dijual masyarakat dengan harga Rp100 juta hingga lebih.

“Yang jadi permasalahan sekarang, masyarakat tergiur dengan jumlah uang yang ditawarkan pembeli, sehingga kebun-kebun masyarakat lokal dijual kepada orang luar desa tersebut, sementara warga lokal kembali mencari lahan perkebunan dipinggir hutan dengan harga yang murah,” katanya.

Dimasa yang lalu, setiap warga yang hendak menjual tanah biasanya menawarkan terlebih dahulu kepada seluruh familinya dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga kepada orang lain, ketika famili tidak sanggup membelinya, barulah tanah tersebut ditawarkan kepada warga kampung itu sendiri, dan ketika warga desa itu tidak sanggup, baru bisa dijual kepada warga luar desa.

“Kenyataan sekarang, banyak warga yang menjual tanah lebih mementingkan jumlah harga, meskipun tanah itu dijual kepada orang luar desa ataupun luar daerah. Ketika hal ini terus terjadi, maka tanah penduduk lokal desa akan menyempit dan warga luar desa akan menguasai hasil dari tanah desa tersebut,” jelasnya.

Untuk menghindari kesusahan dimasa yang akan datang, Usup menyarakan agar masyarakat tidak sembarangan menjual tanah, sehingga anak cucu kita tidak tersingkir ke tengah hutan untuk mencari lahan perkebunan.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here