,

Wabup Pidie Minta Guru Ubah Karakter

SIGLI – Wakil Bupati Pidie, M Iriawan SE meminta para guru dan para pemangku kepentingan di bidang pendidikan untuk merubah karakter ke arah lebih baik. Hal itu disampaikan Iriawan dalam sambutannya pada kegiatan multi stakeholder Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi guru, Selasa, 9 Februari 2016 di Saka Kupi Café.

“Kita tidak dapat merubah dunia, merubah negara, merubah kabupaten, bahkan mengubah keluarga sendiri juga sulit kita lakukan tanpa kita merubah diri sendiri dengan memberi contoh yang baik. Contohnya membentuk karakter siswa yang jujur saat ujian, harus dimulai dengan kejujuran guru, kepala sekolah dan orang tuannya sendiri karena mereka adalah panutan siswa yang paling dekat,” kata Iriawan.

Untuk menunjang peningkatan pembelajaran di sekolah, Iriawan juga mengingatkan akan pentingnya Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sebagai forum diskusi, belajar dan berbagi informasi tentang pembelajaran,

“KKG dan MGMP sangat penting bagi guru untuk meningkatkan keprofesionalan mereka dalam mengajar. Kita harus menghidupkan budaya diskusi di antara pendidik, pendidikan terus berkembang dan saling berbagi itu sangat penting untuk kita mengukur sejauh mana pemahaman kita dalam satu materi pembelajaran,” lanjutnya pada kegiatan yang difasilitasi Dinas Pendidikan Pidie dan Usaid Prioritas itu.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Pidie, Murthalamuddin mengungkapkan, hasil uji kompetensi pedagogi dan keprofesionalan guru tahun 2014 yang dibagi dalam 4 tipe pedagogi dan keprofesionalan guru, yaitu tipe pertama berada dalam kelompok 86,84 % guru tidak memenuhi standar kompetensi pedagogi dan profesional atau tidak layak mengajar. Kemudian tipe kedua, hanya 2,60 % guru yang memiliki standar kompetensi di atas standar rata-rata yang berarti dapat mengajar dan menguasai materi dengan baik.

Selanjutnya, untuk tipe ketiga sebanyak 8,77 % guru memiliki kompetensi pedagogi di atas standar dan kompetensi profesional di bawah standar yang berarti dapat mengajar dengan baik tetapi tidak menguasai materi, dan yang terakhir sebanyak 1,79 % guru memiliki kemampuan kompetensi pedagogi di bawah standar dan kompetensi profesional di atas standar yang bermaksud guru tersebut menguasai materi tetapi tidak dapat mengajar dengan baik.

Sementara itu Koordinator USAID Prioritas Aceh, Ridwan Ibrahim menjelaskan bahwa dokumen yang disusun bersama dinas pendidikan dan Kemenag tersebut sangat bermanfaat bagi pengembangan keprofesian guru berkaitan dengan adanya sertifikasi guru.

“Dokumen yang disusun ini sangat bermanfaat karena didalamnya berisikan informasi tentang jumlah sekolah, guru SD/MI dan SMP/MTs yang telah mengikuti berbagai pelatihan peningkatan keprofesionalan mereka,” jelas Ridwan.

Menurut Ridwan, dokumen ini akan menjadi rujukan bagi pemerintah Pidie untuk menyusun rencana kegiatan pelatihan guru sesuai dengan amanat pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74/2007 tentang guru dan Permendikbud Nomor 22/2015 yang mendukung terwujudnya pembelajaran bermutu.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *