,

Usai Membunuh Pelaku Teriak di Depan Kantor Polisi

BLANGKEJEREN – Nurul Fajri (30) warga desa Ramung Musara, Kecamatan Putri Betung, Gayo Lues berteriak-teriak di depan kantor polisi satuan lalu lintas (Satlantas) Blangkejeren telah melakukan pembunuhan hingga akhirnya ditangkap polisi.

Peristiwa itu terjadi, Sabtu, 3 Februari 2018 sekitar pukul 17:00 WIB. Nurul Fajri membunuh tetangganya, Muhammad Kasim Aman Pati (50) warga desa Ramung pukul 16:00 Wib di kebun coklat korban.

Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman melalui Kasat Lantas Iptu Eko Rendy Oktama SH mengatakan, pembunuhan itu bermula saat Muhammad Kasim beserta istrinya Inen Pati sedang berada di kebun coklatnya sekitar pukul 15:35 WIB.

“Tidak lama kemudian istri dari korban ini berteriak minta tolong dikebun coklat itu, selanjutnya datang warga setempat atas nama Zulpan, Irfan, Jemrin, Saleh, Robu, Jasman dan Khairul ke lokasi Inen Pati minta tolong itu,” katanya.

Saat tiba di lokasi kejadian, warga melihat zenajah korban dalam keadaan telentang dan tertutup kain, sehingga sebagian warga menghubunggi personil Polsek Putri Betung untuk mengamankan lokasi, tak lama berselang, jenazah korbanpun langsung dibawa ke Puskesmas Putri Betung untuk divisum.

Dari hasil keterangan istri korban, tersangka datang ke kebunya menggunakan kendaraan supra fit serta membawa parang, setelah sampai di kebun korban. Lalu terjadi cekcok. Tersangka menanyakan “Apa mau kau..?” lalu korban balik bertanya “Apa kau bilang..?”, kemudian tersangka langsung mengarahkan parang ke arah kepala dan leher korban.

Muhammad Kasim pun langsung terkapar bersimbah darah, sedangkan tersangka membuang parangnya di kebun coklat itu, dan pergi meninggalkan lokasi mengendarai sepeda motornya menuju arah kota Blangkejeren.

“Sekitar pukul 17:00 WIB, TSK tiba di depan kantor Satlantas kota Blangkejeren, dia meronta-ronta sembari berkata “Saya sudah membunuh”, kemudian petugas mengikat tanggan tersangka, lalu tersangka ingin menjumpai abangnya yang berada di Koramil Kota, kemudian barulah dibawa ke Polres Gayo Lues.

Berdasarkan keterangan warga, Nurul Fajri pernah berduel dengan orang hutan di kebunya hingga hati orang hutan tersebut ia goreng dan dimakanya, selang beberapa menit kemudian, tubuhnya mengalami gatal-gatal hingga akhirnya dirawat di rumah sakit.

Sejak keluar dari rumah sakit, Nurul Fajri kerap berlaku aneh dan suka menyendiri, warga menduga bahwa tersangka mengalami gangguan jiwa. “Kita belum bisa memastikan tersangka ini mengalami gangguan jiwa atau tidak, kita akan cek juga nantinya,” jelas Kasat Reskrim.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *