,

Ulama Malaysia Setarakan Aceh dengan Mekkah

BANDA ACEH – Ulama asal Malaysia, Muhammad Nizam Kamaruzzaman mengakui sangat terkesan dan terharu dengan Aceh. Beliau mengaku berada di Aceh seperti berada di Mekkah. Hal itu disampaikan ulama dari negeri jiran tersebut di sela-sela coffee morning bersama para ulama dari lima negara di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Rabu, 27 Desember 2017.

“Saya sangat terkesan dan terharu dengan penyambutan pemerintah dan masyarakat Aceh, mulai dari penjemputan di bandara, pelayanan di hotel, baliho di setiap sudut kota. Saya benar-benar menemukan suasana Islami di Banda Aceh. Suatu pengalaman yang sukar saya temui di Malaysia. Selama berada di kota ini saya seperti berada di Mekkah. Saat azan berkumandang begitu ramai jemaah yang ke masjid. Semoga inilah negeri yang disebut dalam Al-Quran yakni negeri yang baldatun thoyyibatun wa rabbun ghaffur,” ujarnya.

Muhammad Nizam menegaskan, akan mendukung setiap kegiatan keagamaan di Aceh. “Mewakili rakyat Malaysia, saya mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang luar biasa selama kami berada di sini. Dan kami menyatakan akan mendukung penuh setiap program Pemko Banda Aceh dalam mengagungkan agama Allah. Semoga Allah SWT memberkati pertemuan ini dan kita semua yang hadir pada pagi ini,” tegasnya.

Selain Muhamamd Nizam Kamaruzzaman dari Malaysia coffe morning di Pendopo Wali Kota Banda Aceh itu juga dihadiri oleh ulama dari berbagai negara lainnya seperti, Tuan Guru Babo Usman Yusuf Al Fathani Darussalam (Thailand), Ustaz Ahmad Muhammad Abdul Al-Yamani (Yaman), Ustaz Naufal Al Bagharib (Brunei Darussalam), dan Ustaz Muhammad Afeef Manshor (Singapura).

Mereka juga didampingi oleh beberapa ulama Aceh diantaranya Tgk H Nuruzzahri (Waled Nu), Abu Langkawe, dan beberapa pimpinan dayah serta para pejabat di lingkungan Pemko Banda Aceh.

Sementara itu Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman dalam pertemuan tersebut
menyampaikan rasa syukur dan terimakasihnya atas kehadiran para ulama dari lima negara yang disambut dengan suka cita oleh segenap warga kota. “Hal ini dibuktikan dengan 200 ribu lebih jemaah yang hadir pada acara zikir semalam di Taman Ratu Safiatuddin,” katanya.

Hal tersebut, katanya, meneguhkan kembali komitmen warga Aceh khususnya warga Banda Aceh dalam menjalankan syariat Islam yang sudah terpatri sejak ratusan tahun yang lalu. “Kami juga terus berupaya untuk menyatukan ulama dan umara dalam membangun dan memajukan Kota Banda Aceh,” jelasnya.

Pemko Banda Aceh saat ini juga sedang gencar-gencarnya membangun dan mempromosikan sektor wisata islami. “Salah satu misi kami yakni mewujudkan Banda Aceh sebagai kota zikir. Dan mulai tahun depan Insyaallah akan kita mulai peletakan batu pertama pembangunan lokasi zikir bertaraf internasional di kawasan Ulee Lheue. Dengan kapasitas di atas 20 ribu jemaah, di tempat ini nantinya akan rutin kita gelar zikir dengan mengundang saudara-saudara kita dari berbagai negara,” ungkapnya.[HK/rls]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *