,

Tujuh Orang Pemilih Ganda Divonis 3 Tahun Penjara

BLANGKEJEREN – Tujuh orang pemilih ganda (mencoblos dua kali) pada Pilkada serentak, 15 Februari 2017 lalu di Gayo Lues, divonis 3 tahun penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Blangkejeren. Ketua orang tersebut dinyatalan terbukti melakukan pencoblosan dua kali di Tempat Pemungutan Suara (TPS) berbeda.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gayo Lues Alamsyah Budin selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) ketuju pelaku pencoblosan dua kali itu adalah ZA (62) dan RU (58) warga Rikit Dekat Kecamatan Kutepanjang,

Kemudian KAM (32) warga Bustanusalam, Kecamatan Blangkejeren atau desa Akul Kecamatan Blangjeranggo yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), MM (31) warga desa Penampaan Toa, Kecamatan Blangkejeren bekerja sebagai tenaga honor di kantor DPRK, LM (26) warga desa Penampaan Toa, selaku ibu rumah tangga, SA (28) warga dusun Bemem Buntul Pegayon, Kecamatan Blangpegayon yang pekerjaanya sebagai Polhut KPH Wil V (kontrak), dan Rus (29) warga dusun Bemem Buntul Pegayon, Kecamatan Blangpegayon.

“Saat ini ketujuh orang tersebut sudah berada di rumah tahanan untuk menjalani hukuman sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan, setelah diputuskan pada hari Kamis kemarin, dan ketujuh orang itu menerima hukumanya tanpa ada yang keberatan ataupun mengajukan banding,” ungkap Alamsyah Budin, Senin, 20 Maret 2017.

Alamsyah Budin melanjutkan, putusan hakim tersbeut sama dengan tuntunan JPU kepada 7 orang terdakwa yakni tiga tahun penjara dan denda Rp 36 juta subsider dua bulan penjara. “Semoga ini menjadi pelajaran bagi masyarakat ke depan untuk tidak berlaku curang dalam pilkada,” harapnya.[Win Porang]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *