,

Tujuh Napi Kabur Setelah Bobol Dinding Rutan

TAPAKTUAN – Tujuh nara pidana (napi) di rumah tahanan negara (Rutan) kelas II Tapaktuan, Aceh Selatan, berhasil melarikan diri setelah membobol dinding kamar mandi dan memanjat pagar, Sabtu dini hari, 13 Agustus 2016 sekitar pukul 02.30 WIB.

Ketujuh napi yang ditahan di sel nomor 2 itu terbilang nekat. Paalnya, pagar pengaman rutan tingginya lebih lima meter, dan dipasang kawat berduri. Meski demikian mereka berhasil memanjatnya.

Kepala Rutan Kelas IIB Tapaktuan, Irman Jaya di Tapaktuan, Sabtu, 13 Agustus 2016 membenarkan perihal kaburnya sebanyak tujuh orang napi tersebut. Menurut dia, para napi itu memanfaatkan situasi pada dinihari sedang lengang dan sepi. Saat itu wilayah Kota Tapaktuan sedang diguyur hujan lebat disertai angin kencang dan aliran listrik PLN sedang padam.

“Jam berapa napi dan tahanan itu kabur belum bisa kami pastikan karena tidak ada petugas yang melihatnya secara langsung. Namun yang pasti, saat petugas melakukan patroli rutin sekitar pukul 01.00 WIB, kondisi Rutan masih kondusif. Kami perkirakan kejadian itu berlangsung antara jam 2 sampai jam 4 dinihari,” kata Irman Jaya.

Menurutnya, dari 21 orang tahanan dan napi yang berada dalam sel nomor dua, tidak seluruhnya kabur, tapi hanya 7 orang saja. Ketujuh napi yang telah mendapat vonis pengadilan tersebut masing-masing adalah Dedi Saputra Bin Nardin (kasus cabul masa hukuman 9 tahun), Khairuddin Bin Syahidin (kasus ganja masa hukuman 10 tahun), Athailah Bin Ali Basyah (kasus pencurian masa hukuman 3 tahun), Dedek Irfan Bin Narto (kasus penggelapan masa hukuman 2,6 tahun), Hamidun Bin Zulkifli (kasus pencurian masa hukuman 2,10 tahun), Darmawan Bin M Yakob (kasus narkotika masa hukuman 5,2 tahun) dan Agussalim Bin Nurdin Ilyas (kasus Narkotika masa hukuman 5,3 tahun).

Dari tujuh napi yang kabur tersebut dua diantaranya merupakan napi pindahan dari Kabupaten Bireuen. Kasus kaburnya napi tersebut telah dilaporkan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkum HAM RI) Provinsi Aceh di Banda Aceh serta kepada pihak Polres Aceh Selatan.

“Kami bersama jajaran Kepolisian tetap akan mengejar dan menangkap kembali ketujuh napi yang kabur tersebut. Foto dan identitas diri ke tujuh napi yang kabur itu telah kami serahkan kepada pihak Polres Aceh Selatan,” tegasnya.

Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi SIK mengakui bahwa pihaknya telah menerima identitas diri seluruh napi yang kabur dan pihaknya berjanji tetap akan melakukan pengejaran untuk menangkap mereka.

“Foto dan Identitas diri mereka sudah kita sebarkan ke seluruh Polsek di jajaran Polres Aceh Selatan. Disamping itu, kita juga telah berkoordinasi dengan seluruh jajaran Polres dalam Provinsi Aceh berikut juga telah mengirim foto dan identitas diri mereka,” kata Achmadi. [Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

One Ping

  1. Pingback:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *