,

Tuan Rumah Aceh Tidak Masuk 3 Besar FLS2N 2018

BANDA ACEH –  sebagai tuan rumah Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat nasional 2018 yang berlangsung sejak 26 hingga 31 Agustus 2018. Tidak masuk dalam tiga besar juara.

Kontingen asal Provinsi Jawa Tengah berhasil keluar sebagai juara umum pada
Kontingen asal Jawa Tengah berhasil keluar sebagai juara umum setelah mengumpulkan sebanyak enam medali emas, tiga perak dan tiga perunggu, kemudian posisi kedua disusul Jawa Timur dan posisi ketiga ditempati Sumatera Barat.

FLS2N 2018 resmi ditutup oleh  Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, M Jafaf, Jumat malam, 31 Agustus 2018 di Halaman Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya Banda Aceh. Jakfar berharap tahun 2019 bisa dipercayakan kembali sebagai  tuan rumah untuk penyelenggaraan kegiatan O2SN tingkat nasional.

Selain bersaing pada perlombaan, selama di Aceh, para siswa diajak bersafari, mengenal kebudayaan, sejarah, kuliner dan tempat-tempat ikonik di Aceh. Di antara lokasi yang mereka kunjungi adalah Mesjid Raya Baiturrahman, Museum Aceh, Museum Tsunami, PLTD Apung serta pantai Lampuuk.

Semua destinasi itu, merupakan sebagian dari destinasi unggulan yang ada di Aceh. Banyak lokasi lain yang cocok dijadikan lokasi berwisata, baik itu untuk wisata religi, wisata alam, budaya dan kuliner. “Informasikan indahnya tanah rencong ini. Ajaklah keluarga, kerabat, dan sahabat untuk berwisata ke provinsi ujung barat Indonesia ini,” kata Jakfar.


pada kesempatan yang sama Kepala Balitbang Kemendikbud, Totok Suprayitno berharap untuk yang telah meraih prestasi untuk dapat terus meningkatkan kemampuannya dan yang belum berhasil tetap pulang dengan kepala tegak dan kobarkan semangat kreativitas di sekolah.
Ia juga menyampaikan apreasiasi terhadap dedikasi dan kerja keras yang telah ditampilkan oleh seribuan peserta yang berasal dari siswa SMA dan SMK dari 34 provinsi yang ikut andil bagian dalam kegiatan tingkat nasional tersebut.

“Kegiatan ini merupakan salah satu sarana yang disiapkan oleh Kemendikbud dalam memfasilitasi peserta didik dalam menyalurkan kreativitas dan menunjukkan rasa seni, karena sentuhan manusia tidak dapat tergantikan oleh teknologi,” ujarnya. [HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *