,

TPU Ambruk ke Sungai, Warga Pertanyakan Proyek Talut

TAPAKTUAN – Sejumlah warga Gampong Padang mempertanyakan kelanjutan pekerjaan rekonstruksi talut dan tanggul pengaman kuburan di Gampong Jambo Apha, Tapaktuan, Aceh Selatan. Pasalnya hingga akhir bulan April 2016, belum ada tanda – tanda proyek itu akan dikerjakan oleh pihak pemerintah melalui rekanan yang ditunjuk.
 
Padahal DPRK Aceh Selatan telah menyetujui dana rekonstruksi talut dan tanggul penahan erosi untuk menghindari Tempat Permakaman Umum (TPU) milik warga setempat ambruk ke sungai.
 
Pasca diterjang banjir bandang 27 Oktober 2015 lalu, lokasi TPU tersebut telah amblas beberapa meter, jika tidak ditangani segera maka dikhawatirkan lokasi kuburan umum milik masyarakat tersebut akan hancur tidak bisa dimanfaatkan lagi jika sewaktu-waktu kembali terjadi bencana banjir.
 
“Jika rekonstruksi talut dan tanggul itu lambat dikerjakan, warga mengkhawatir kembali terjadi longsor susulan. Jika hal itu terjadi maka akan berdampak meluasnya tanah yang amblas sehingga makam atau kuburan yang ada di atasnya juga akan ikut dibawa banjir. Soalnya musim penghujan sudah semakin dekat,” ujar Kepala Urusan Pemerintahan Desa Padang, Hendrizal kepada wartawan di Tapaktuan, Jumat, 22 April 2016.
 
Menurutnya, keluhan warga tersebut mencuat ketika rapat koordinasi aparat pemerintahan dengan tuha peut di Mesjid Al-Falah Desa Padang, Kecamatan Tapaktuan pada Rabu malam, 20 April 2016.
 
Warga berharap, pekerjaan rekonstruksi talut dan tanggul tersebut dapat segera dimulai dan harus menjadi prioritas utama oleh pihak pemerintah. “Saat ini para ahli waris yang saudaranya dimakamkan di TPU tersebut merasa cemas dan was-was, sebab jika terjadi banjir susulan dapat dipastikan TPU tersebut akan disapu banjir dan amblas ke dasar sungai,” kata Hendrizal.
 
Talut sepanjang 50 meter yang dibangun tahun 2008 lalu rubuh ketika banjir bandang melanda Desa Jambo Apha 27 Oktober 2015 lalu, sehingga mengancam TPU milik warga Desa Padang. Pasalnya sebagian dari tanah TPU tersebut tinggal 30 centimeter lagi dari bibir sungai Krueng Serulah.
 
Kuatnya hantaman air terhadap talut penahan TPU yang persis di bagian tikungan sungai, telah mengikis bagian bawah talut, sehingga bangunan itupun patah kemudian ambruk dan tanah di atasnya  ikut juga terbawa arus sungai.
 
Di TPU yang berjarak sekitar dua kilometer dari wilayah Desa Padang itu, patahan talut sebagian telah dibawa air dan batu-batunya berserakan dalam sungai yang saat ini dalam keadaan tenang.
 
Menanggapi hal itu Kadis Sumber Daya Air (SDA) Aceh Selatan, M.Yunus melalui Kabid Pengairan dan Sungai Azwardi Amin menjelaskan, pihaknya sudah meninjau lokasi TPU tersebut. Ia berjanji akan segera akan membangun talut dan tanggul di sepanjang bantaran sungai Krueng Serullah.
 
“Langkah penanganannya dipastikan akan direalisasikan tahun 2016 ini, sebab kebutuhan anggaran untuk pekerjaan itu telah dialokasikan dalam APBK  2016, namun untuk pelaksanaannya di lapangan membutuhkan waktu sebab harus melalui proses dan mekanisme yang ada,” kata Azwardi..
 
Pihaknya, sambung Azwardi, sedang menyusun kelengkapan dokumen, karena proyek itu dalam waktu dekat ini akan ditenderkan. Setelah itu baru dikerjakan oleh rekanan pemenang.[HM]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *