,

Tokoh Aceh di Malaysia Tan Sri Sanusi Juned Meninggal Dunia

KUALA LUMPUR – Mantan Menteri Besar Kedah, Malaysia, Tan Sri Sanusi Juned meninggal dunia menjelang subuh Jumat, 9 Maret 2018 di Kuala Lumpur, Malaysia. Ia merupakan tokoh Malaysia berdarah Aceh yang selama hidupnya aktif dalam kancah perpolitikan di Malaysia.

Pria yang lahir di Yan Kedah, Malaysia pada tahun 1943 itu pernah menjabat sebagai
Menteri Pembangunan Luar Bandar dan Wilayah periode 1981-1986 dan pernah memegang jabatan sebagai Timbalan (Wakil) Menteri Dalam Negeri Malaysia sejak 1980 hingga 1981.

Sanusi Juned sempat bergabung bersama partai besar UMNO, sebelum akhirnya bergabung dengan partai bersatu yang digagas oleh Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Selama hidupnya, Sanusi juga dipercayakan menjabat sejumlah jabatan penting lainnya, dan puncaknya sebagai Menteri Besar Kedah ke-7, pada tahun 1996-1999.

Tan Sri Juned merupakan cucu dari mantan Gubernur Militer Aceh Langkah dan Tanah Karo, Teungku Muhammad Daod Beureueh. Istri Tan Sri Juned yang bernama Puan Datin Seri Inangda Manyam Keumala juga keturunan Aceh.

Tan Sri Sanusi mendapat pendidikannya di Malay College Kuala Kangsar. Pada tahun 1969, dia melanjutkan pendidikan di Institute Of Bankers London, City of London College dan Institute Of Export London. Kemudian, ia memperoleh gelarnya dalam bidang Perdagangan Asing dan Pertukaran Asing (Certificate in Foreign Trade and Foreign Exchange) di Universitas London.

Selama berkarir dalam pemerintahan di Malaysia, Tun Sri Juned telah meraih berbagai penghargaan, diantaranya: Anugerah Setia Mahkota Kedah, Dato Setia Di Raja Kedah, Panglima Setia Mahkota, dan Seri Setia Di Raja Kedah.

Semasa hidupnya Sanusi Juned telah menghasilkan sejumlah karya tulis yang telah dibukukan di antaranya: Empat Penggal Di Parlimen Keempat (1978), Kepimpinan Melayu Baru: Harapan dan Cabaran (1980), Biar Rugi Beribu Juta Untuk Menebus Maruah (1984), Semoga Tempayan Tidak Pecah (1985), Dihempas Badai Dilambung Gelombang (1986), Antara Dua Ramadhan (1988), Antara Fakta dan UMNO (1990),
Jihad Membasmi Kemiskinan (1990), Buang Yang Keruh, Ambil Yang Jernih (1990), dan diakhir hayatnya juga sedang menyelesaikan buku Memori Cucu Teungku Muhammad Daud Beureueh. [HK/dbs]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *