,

TNGL Lepaskan 400 Anak Penyu di Pantai Singgah

TAPAKTUAN – Manajemen Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Selatan melepas liarkan 400 ekor anak penyu (tukik) dari berbagai jenis di Pantai Singgah Mata, Rantau Sialang, Gampong Pasie Lembang, Kecamatan Kluet Selatan.

Tukik dilepaskan ke laut agar dapat kembali hidup bebas serta berkembang biak di habitat aslinya di laut lepas Samudera Hindia. Sejak tahun 2015 hingga 2018, sudah 2.000 ekor anak penyu sudah dilepas liarkan di stasiun pembinaan populasi penyu Rantau Sialang yang dikelola oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser wilayah I Tapaktuan.

Hadir pada kegiatan tersebut asisten administrasi umum Setdakab Ir. Said Azhar, Kapolres Aceh Selatan AKBP Dedy Sadsono ST, Dandim 0107 Letkol Inf Hary Mulyanto, asisten pemerintahan Setdakab Erwiandi, Kasie Pengelolaan SDA TNGL Aceh Selatan T. Irmansyah, Chairman Technikal Advisor KFW Jerman Mr. Andreas M Graefeen, para camat dan LSM lingkungan.

Said Azhar mengatakan kegiatan pelepasan anak penyu itu dilakukan dalam rangka memperingati hari bhakti rimbawan yang ke-35 tahun 2018. Menurutnya, Kabupaten Aceh Selatan memiliki kawasan konservasi yang menjadi warisan dunia, penyu-penyu yang berada di rantau sialang ini merupakan satwa liar yang dilindungi.

“Di pantai ini setidaknya terdapat 3 jenis penyu yang rutin bertelur setiap tahunnya diantaranya penyu abu-abu, penyu hijau, dan penyu belimbing. Bahkan untuk jenis penyu belimbing merupakan jenis penyu yang hanya ada di beberapa tempat di Indonesia,” jelasnya.

Rantau Sialang merupakan sebuah kawasan konservasi penyu yang berada di Gampong Pasie Lembang, Kecamatan Kluet Selatan. Keindahan panorama pantai Rantau Sialang memiliki daya tarik tersendiri. Pantainya yang memanjang tak terlihat dari jalan raya karena tersembunyi dibalik dinding rimbun hutan dan ilalang.

Pantainya yang berpasir dan luas merupakan habitat yang baik dan sangat strategis bagi penyu untuk mendarat dan bertelur saat musim bertelur tiba. Dengan alasan itu pula, maka di wilayah ini didirikan sebuah bangunan yang bernama Stasiun Pembinaan Populasi Penyu Rantau Sialang yang dikelola oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser.

Sementara itu Kepala Seksi Pengelolaan SDA TNGL, T. Irmansyah menyebutkan ratusan tukik atau anak penyue yang dilepas liarkan tersebut merupakan hasil penangkaran penyu Rantau Sialang yang dilepaskan ke habitat aslinya di laut lepas Samudera Hindia dengan harapan tukik penyu tersebut dapat berkembang biak lebih banyak lagi.

Menurutnya, tujuan pelepasan tukik penyu tersebut murni untuk menjaga populasi penyu dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelastarian penyu yang saat ini populasinya semakin langka akibat sering diburu oleh masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Chairman Technikal Advisor KFW Jerman, Mr. Andreas M Graefeen menyatakan pihaknya berkomitmen menciptakan wilayah konservasi ini menjadi lebih besar lagi ke depannya. Untuk mewujudkan program itu pihaknya sangat mengharapkan adanya dukungan maksimal dari berbagai pihak terkait khususnya dari Pemkab Aceh Selatan.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *