,

Timses Mualem dan Irwandi Saling Lapor ke Panwaslih

TAPAKTUAN – Aksi bentrokan antara pendukung tim sukses pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Irwandi Yusuf – Nova Iriansyah dengan pasangan calon Cagub – Cawagub Muzakir Manaf – TA Khalid sejak Selasa malam hingga Rabu 10 – 11 Januari 2017 di kawasan Trumon Raya berujung saling lapor ke Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih).
 
Sekretaris tim pemenangan Muzakir Manaf – TA Khalid Kabupaten Aceh Selatan, Tgk Irwandas alias Dekwan yang dikonfirmasi di Tapaktuan Kamis 12 Januari 2017 mengatakan langkah pelaporan atas kasus perusakan atribut atau alat peraga kampanye yang diduga dilakukan oleh tim pendukung Irwandi Yusuf – Nova Iriansyah akan dilakukan pihaknya Kamis 12 Januari 2017.
 
“Kasus yang kami laporkan terkait dua kasus yakni perusakan dan pembakaran alat peraga kampanye pasangan Muzakir Manaf – TA Khalid di Desa Keude Trumon, Kecamatan Trumon pada Selasa 10 Januari 2017 malam dan berlanjut aksi serupa di sepanjang jalan dalam Kecamatan Trumon Tengah pada Rabu 11 Januari 2017 sore,” kata Tgk Irwandas.
 
Menurutnya, aksi perusakan dan pembakaran atribut kampanye Muzakir Manaf – TA Khalid pada Rabu sore kemarin sebenarnya mulai dari Trumon Tengah sampai Kecamatan Bakongan. Namun upaya perusakan atribut kampanye di Bakongan berhasil dicegah oleh pihak Polres Aceh Selatan yang siaga di kawasan Trumon Raya dan Bakongan Raya sejak Selasa malam lalu sampai sekarang.
 
Irwandas mengaku seusai melakukan pelaporan ke Panwaslih nanti, pihaknya berjanji akan menggelar konfrensi pers dengan para wartawan di Aceh Selatan. “Nanti akan ada konfrensi pers dari kami tunggu saja nanti ya,” ucap mantan anggota DPRK Aceh Selatan dari Partai Aceh ini.
 
Sementara itu, Juru Bicara Tim Pemenangan Irwandi Yusuf – Nova Iriansyah Kabupaten Aceh Selatan Tgk Samsul Bahri alias Mamak Bahri yang dikonfirmasi secara terpisah mengatakan, langkah pihaknya melakukan perusakan alat peraga kampanye Muzakir Manaf – TA Khalid merupakan bagian dari aksi balasan atas tindakan serupa yang dialami pihaknya.
 
“Tindakan yang kami lakukan bukan tanpa dasar. Kami telah terlebih dulu menjadi korban namun mereka tidak mau bertanggungjawab atas apa yang telah dilakukan terhadap kami. Tim relawan kami telah lebih dulu dipukul dan stiker Irwandi – Nova di sepeda motornya di copot. Kemudian pada Rabu 11 Januari 2017 siang aksi perusakan dan pembakaran atribut Irwandi Yusuf – Nova Iriansyah kembali berlanjut di Posko tim pemenangan Desa Jambo Dalem, Kecamatan Trumon Timur sehingga  mengakibatkan upaya perdamaian yang difasilitasi Kapolres Aceh Selatan terganggu atau belum bisa terlaksana sampai sekarang ini,” ungkapnya.
 
Atas dasar itu, sambung Samsul Bahri, pihaknya juga akan melapor kasus tersebut ke Panwaslih Aceh Selatan. “Saat ini kita sedang menunggu kedatangan Kuasa Hukum tim pemenangan Irwandi Yusuf – Nova Iriansyah Kabupaten Aceh Selatan bernama Muhammad Nasir SH. Jika yang bersangkutan sudah hadir, maka kami langsung berangkat ke kantor Panwaslih Aceh Selatan di Tapaktuan,” jelasnya.
 
Ketua Panwaslih Aceh Selatan, Safli Alian, yang dikonfirmasi secara terpisah di Tapaktuan, Kamis 12 Januari 2017 menjelaskan bahwa pihaknya akan memproses kasus yang dilaporkan oleh kedua belah pihak tersebut khusus terkait kasus pelanggaran pemilu. Sedangkan terkait kasus dugaan kekerasan yang dilakukan oknum tertentu maka pihaknya menyerahkan penyelesaian kasus tersebut ke pihak kepolisian karena hal itu murni tindak kriminal umum.
 
“Terkait kasus pelanggaran pemilu yang barang tentu akan kami proses. Itupun harus ada yang melaporkan karena hal itu merupakan delik aduan. Pihak-pihak yang dilaporkan tersebut akan kami lakukan pemanggilan,” ujarnya.
 
Meski demikian, lanjut Safli, pihaknya tetap mengupayakan persoalan yang terjadi antara kedua tim pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh tersebut diselesaikan melalui jalur perdamaian secara kekeluargaan, sehingga tidak berlarut-larut.
 
“Namun jika itupun yang terlaksana, maka kasus ini akan kami laporkan ke Panwaslih Provinsi Aceh di Banda Aceh. Karena pesta demokrasi di Aceh Selatan khusus terhadap Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur maka penyelesaian kasus ini akan diselesaikan langsung oleh pihak Panwaslih Provinsi Aceh,” jelasnya.
 
Sejauh ini, wartawan belum berhasil melakukan konfirmasi dengan Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi SIK. Saat wartawan berupaya melakukan konfirmasi langsug dengan Kapolres pada Rabu 11 Januari 2017 di Mapolsek Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah, belum bersedia memberi komentar karena sedang fokus menyelesaikan kasus bentrokan antar kedua kubu tersebut.[Hendri Z]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *