,

Tim Survey PLTA Tri Nusa Energi Hilang Terseret Arus

TAPAKTUAN – Tiga orang tim survey Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kluet 1 dari PT Tri Nusa Energy Jakarta hilang terseret arus Sungai Alue Buloh, wilayah Gunung Desa Jambo Papeun, Kecamatan Meukek, Aceh Selatan, Kamis, 29 Desember 2016.

Dari tiga orang tersebut dua diantaranya berasal dari Bandung, Provinsi Jawa Barat. Dua orang tersebut masing-masing bernama Testa Muhammad Abdul, tempat tanggal lahir Kota Bandung 29 Agustus 1992 pekerjaan Mahasiswa alamat Desa Abtapani Wetan Kecamatan Antapani Kota Bandung.

Korban kedua bernama Syarif Basarah tanggal lahir 23 Oktober 1973 alamat Desa Mandalawangi Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat. Sedangkan satu orang lagi bernama Muktar Yuli tanggal lahir 1 Juli 1996 alamat Desa Jambo Papeun Kecamatan Meukek, Aceh Selatan.

Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi SIK yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Meukek, Ipda Junaidi di Meukek, Jumat, 30 Desember 2016 malam, membenarkan kejadian tersebut.

“Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari perwakilan saksi masing-masing bernama Asri Ganti, 38 tahun, pekerjaan Tani, alamat Desa Jambo Papeun, Kecamatan Meukek dan Rizal Syaiful Anuar, 27 tahun, pekerjaan swasta, alamat Desa Mekar Jaya, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat serta Ruri Rosidi, 24 tahun, pekerjaan buruh harian lepas, alamat Desa Ciptagumati, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat,” kata Ipda Junaidi.

Pada Rabu 28 Desember 2016 sekitar pukul 11.00 WIB rombongan tim survey PLTA Kluet 1 dari PT Tri Nusa Energi yang berjumlah sebanyak 22 orang yang terdiri dari 5 orang tim survey PLTA dari Bandung dan 17 orang masyarakat Desa Jambo Papeun, Kecamatan Meukek berangkat dari Jambo Papeun hendak menuju ke hulu sungai diatas Alue Buloh rencana lokasi pembangunan mesin turbin PLTA Kluet 1.

Setelah menempuh perjalanan kaki selama lebih kurang lima jam akhirnya sekitar pukul 16.00 WIB rombongan tiba di pinggir Sungai Alue Buloh. Sungai ini berada di kawasan hutan belantara puncak Gunung Jambo Papeun yang sudah dekat dengan puncak Gunung Menggamat, Kecamatan Kluet Tengah.

“Karena melihat muara air Sungai Alue Buloh mulai membesar dan deras, rombongan tim survey tidak berani menyeberang. Akhirnya mereka memutuskan mendirikan tenda untuk menginap di pinggir sungai. Jarak antara lokasi tersebut dengan lokasi yang hendak dituju di atasnya sekitar 3 sampai 5 Km lagi,” kata Ipda Junaidi mengutip keterangan para saksi.

Ipda Junaidi mengatakan, setelah melihat air sungai mulai surut akhirnya pada keesokan harinya yakni Kamis, 29 Desember 2016, rombongan tim survey memutuskan melanjutkan perjalanan dengan menyeberangi sungai Alue Buloh tersebut hendak menuju ke lokasi yang dituju.

“Setelah menyeberangi sungai tersebut tiba-tiba rombongan tim survey terkejut ketika melakukan pengecekan bahwa tiga orang rekannya sudah hilang yang diduga terseret arus sungai tersebut,” ujar Junaidi..

Untuk memastikan keberadaan rekannya, lanjut Junaidi, kemudian rombongan tim survey berusaha mencari ke arah arus sungai yang berjarak sekitar 3 Km dari Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sayangnya, dalam pencarian tersebut rombongan tim survey tidak berhasil menemukan tiga orang rekannya yang sudah hilang tersebut kecuali hanya menemukan tas milik korban dipinggir sungai.

Karena korban tidak berhasil ditemukan akhirnya pada Jumat, 30 Desember 2016 rombongan tim survey memutuskan turun gunung pulang kembali ke Desa Jambo Papeun untuk melaporkan kejadian tersebut kepada aparat desa dan masyarakat setempat.

Setelah menerima laporan itu, pada Jumat sore puluhan masyarakat Jambo Papeun bersama tim survey dari Bandung telah berangkat kembali ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melanjutkan proses pencarian terhadap ketiga korban.[Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *