,

Tim Pengawas Orang Asing Diminta Bekerja Maksimal

JAKARTA – Tim Pengawasan Orang Asing (PORA) yang telah dibentuk di berbagai daerah diminta untuk bekerja maksimal. Keberadaan Warga Negara Asing (WNA) perlu dipantau untuk mencegah terjadinya aktivitas ilegal dan pelanggaran hukum keimigrasian.

Permintaan itu disampaikan Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh di DPR RI, H Firmandez, terkait penangkapan enam WNA asing asal Tiongkok (Cina) di lokasi pengolahan limbah emas di Gampong Pasie Rasian Lhok Rubek, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan.

Penangkapan dilakukan karena keenam WNA tersebut melakukan penyalahgunaan visa. Mereka melakukan kegiatan kerja (survey) di lokasi pengolahan limbah emas, padahal mereka hanya mengantongi visa kunjungan wisata. Keenam WNA tersebut adalah, Wan Zhiye (41), Yang Zhongbiao (38), Chen Runlin (50), Tan Yanping (49), sedangkan dua WNA lainnya tidak diketahui identitasnya.

“Keberadaan WNA yang melakukan berbagai kegiatan di Aceh perlu mendapat perhatian semua pihak. Harus terus dipantau agar tidak terjadinya tindakan ilegal,” himbau H Firmandez.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini meminta Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota bersama instansi terkait, untuk melakukan koordinasi yang intens dan menyamakan persepsi dalam hal pengawasan orang asing.

“Pengawasan harus ditingkatkan, jangan sampai adanya potensi pelanggaran. Apa lagi pemerintah telah memberlakukan bebas visa kepada 169 negara. Jangan sampai kelonggaran ini disalahgunakan oleh orang luar,” harap H Firmandez.

H Firmandez melanjutkan, Tim Pengawas Orang Asing yang dibentuk berdasarkan
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian itu harus mampu bekerja maksimal dalam mengungkap kasus-kasus pelanggaran yang dilakukan WNA. Apa lagi selama ini di berbagai daerah di Indonesia ditemukan adanya WNA yang terlibat berbagai pelanggaran, baik pelanggaran visa, penyalagunaan narkoba, hingga penipuan melalui jejaring sosial dunia maya.

“Intensitas pengawasan terhadap WNA dan aktivitasnya harus terus ditingkatkan. Lakukan sosialisasi ke berbagai penginapan dan hotel, agar timbulnya partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan orang asing demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkas H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *