,

Tim Kementerian Pertahanan Tinjau Pelaksanaan TMMD

BLANGKEJEREN – Empat orang pengawas dari Kementerian Pertanahan (Kemenhan), Selasa, 24 Juli 2018 meninjau pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-102 di desa Tampeng, Kecamatan Kutapanjang, Kabupaten Gayo Lues.

Mereka adalah Brigjen TNI Arip Sulilo, Kolonel Ka Ferry Firmansyh SH, Letkol Inf A Indra Suriadi SY, dan Ltt Cba Tri Aji Laga. Kedatangan tim tersebut disambut Bupati H Muhammad Amru, Dandim 0113/GL, Ketua DPRK, Kapolres dan unsur Forkopimda bersama warga Tampeng.

Dandim 0113/Gayo Lues Letkol Inf Muhammad Faisal Nasution mengatakan, kegiatan TMMD yang diselenggarakan saat ini bertujuan membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahtaraan sehingga terwujud kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Saat ini kami sedang membangun 4 kilometer jalan dengan penambahan lagi 1 kilometer, pembuatan satu unit jembatan yang terbuat dari kayu, pembangunan gorong-gorong, pembangunan lapangan volly, rehab rumah kaum dhuafa, dan bermacam kegiatan lainya,” katanya.

Desa Tampeng dipilih sebagai sasaran TMMD kata Dandim lantaran warganya sangat mebutuhkan pembangunan jalan dan jembatan untuk megangkut hasil pertanian dan perkebunan, disamping itu, desa Tampeng juga merupakan desa perjuangan tahun 1904 melawan penjajahan belanda.

“Benteng Cangduri di Tampeng ini merupakan benteng pertahanan terakhir pada masa perjuangan melawan penjajahan Belanda, ada 176 pejuang yang dikubur secara massal di sana,” ungkapnya.

Sementara itu Brigjen TNI Arip Sulilo dari Kementrian Pertahanan mengatakan, kedatangan mereka ke negeri seribu bukit tersebut berdasarkan perintah dari Kepala Sfat Angkatan Darat (Kasad) untuk melihat langsung sasaran TMMD ke-102, baik sasaran pisik maupun non pisik.

“Kami berharap agar enam bulan setelah kegiatan TMMD ini berlangsung, Dandim harus melakukan pengawasan ke desa ini, apakah benar ada manfaat TMMD atau tidak,” katanya.

Semetara Bupati Gayo Lues H Muhammad Amru mengaku manfaat besar dari TMMD. “Kami melihat Gayo Lues sebagai kabupaten yang sangat terikat kebersamaanya dengan TNI, sehingga slogan TNI kuat bersama masyarakat kami tambahkan mejadi TNI Kuat jika masyarakat sejahtera,” ujarnya.

Kepada tim Kemenhan tersebut masyarakat Tampeng meminta agar TNI bisa menambah pekerjaan di desa Tampeng, terutama mengeruk kolam umum yang keadaanya sudah bocor dan perlu perbaikan dengan menggunakan alat berat. Permintaan warga itu langsung ditanggapi dan dalam watu dekat akan dilakukan perbaikan oleh TNI bersama warga denga sistim bergotong royong.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *