,

Tiga Puluh Persen Irigasi di Gayo Lues Rusak

BLANGKEJEREN – Hampir 30 persen irigasi di Gayo Lues mengalami kerusakan, selain akibat abrasi dan bencana alam, juga karena beberapa irigasi belum pernah diperbaiki sejak dibangun.

Salah satu irigasi yang mengalami rusak dan belum pernah dilakukan perbaikan adalah irigasi buah di desa Penggalangan, Blangkejeren. Tak berfungsinya irigasi ini membuat 70 hektar sawah warga kering.

Kepala Dinas Pengairan Gayo Lues, Maliki, Kamis, 21 April 2016 mengatakan, ada 118 irigasi yang dibangun pemerintah daerah di Gayo Lues di sebelas kecamatan. Sektar 30 persen dari jumlah tersebur rusak.

“Dinas Pengairan tidak mampu melakukan perbaikan sekaligus karena dana pemeliharaan irigasi hanya Rp 400 juta tahun 2016, sehingga kami melakukan perbaikan irigasi yang memang kondisinya sudah memprihatinkan,” ujarnya.

Dalam satu tahun, Maliki memperkirakan anggaran perawatan dan pemeliharaan irigasi dibutuhkan berkisar Rp 1,5 miliar hingga Rp 2 miliar, sehingga irigasi yang rusak bisa dengan segera diperbaiki.

“Kami kekurangan anggaran melakukan perbaikan irigasi, namun untuk irigasi Buah, tahun 2016 ini akan kita lakukan perbaikan, mudah-mudahan tahun depan dapat disetujui DPRK Gayo Lues penambahan anggaran perbaikan irigasi kita,” harapnya.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *