,

Tetumpun Longsor, Puluhan Kendaraan Terjebak

BLANGKEJEREN – Puluhan kendaraan dari Gayo Lues yang hendak menuju Aceh Tenggara dan Medan serta sebaliknya, terjebak tanah longsor di daerah Tetumpun, Kecamatan Putri Betung. Sebagian penumpang bus terpaksa menahan lapar akibat tidak ada warung di lokasi longsoran.

Inen Aida salah satu warga Blangkejeren, Rabu, 19 April 2017 di Blangkejeren mengatakan, dirinya terjebak longsor mulai dari pukul 5:00 WIB hingga pukul 11:00 WIB bersama puluhan kendaraan lainya, selama di lokasi longsor para pengendara hanya makan roti dan makanan ringan lainya.

“Panjang juga longsornya, dan seluruh badan jalan ditutupi tanah lumpur, batu dan batang kayu, sehingga baik kendaraan roda empat maupun roda tidak bisa melintas,” ungkapnya.

Di lokasi longsor, para pengendara dan warga berusaha memindahkan batu dan batang kayu supaya bisa dilintasi kendaraan, namun usaha itu tidak kunjung berhasil akibat ukuran batang kayu dan batu di badan jalan sangat besar, sehingga wargapun pasrah dan menunggu bantuan datang.

“Tadi sekitar jam 10:00 WIB, alat berat milik Projabal (PPK8) sudah berada di lokasi longsor, dan selama satu jam dibersihkan lumpur, batu dan batang kayunya, barulah kendaraan bisa lewat, kalau tidak ada alat berat itu, mungkin sampai sorepun tidak akan bisa lewat,” jelasnya.

Selama musim penghujan di Gayo Lues, jalan lintas nasional yang menghubungkan Gayo Lues dengan Aceh Tenggara kerap terjadi longsor, setiap tanah gunung di seputaran wilayah itu sangat labil dan sewaktu-waktu akan turun kebadan jalan.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *