,

Tersangka Pembunuh Petani Berulah Dalam Penjara

BLANGKEJEREN – Nurul Fajri (30) tersangka pembunuh Muhammad Kasim alias Aman Pati (60), membuat ketakutan seisi tahanan di sel Mapolres Gayo Lues. Setelah menampar teman satu sel, ia mengajak semua tahanan untuk berduel dengannya. Akibatnya, ia diisolasi ke sel khusus sedirian.

Hal itu disampaikan Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman, Senin, 5 Februari 2018. Di hadapan Kapolres dan wartawan, Nurul Fajri mengaku membunuh Aman Pati karena sakit hati sering diejek “Mati kau mati kau, tai kau tai kau.” Setiap kali bertemu.

“Saya sangat menyesal membunuh Aman Pati, saya khilaf, dan saya merasa sangat berdosa telah melakukanya, untuk itu saya akan bertaubat,” katanya dengan nada datar.

Sembari menanggis, Nurul Fajri menceritakan bahwa emosinya sangat tinggi, dan saat melakukan pembunuhan itupun emosinya tidak bisa dikontrol hingga akhirnya didatangginya Aman Pati di kebun coklat milik korban dan membunuhnya.

“Saat saya tebas Aman Pati itu, dia sempat menangkis dengan tanggan kirinya, kemudian saya tebas lagi hingga berulang-ulang sampai dia terguling di kebun coklat itu, setelah itu saya baru sadar dan merasa bersalah,” terangnya.

Soal kabar membunuh orang utan dan memakan hatinya, Nurul Fajri mengatakan itu bukan dirinya. Ia mengaku hanya berkebun dan tidak ingin bermasalah dengan siapa pun.

Sementara soal menampar tanahan dalam sel, Nurul Fajri mengatakan itu dilakukannya karena teman satu selnya itu memarahinya dan kerap menjawab omongannya. Tahanan yang ditampar itu bernama Azhar. Meski baru dua malam menghuni sel, Nurul Fajri membuat semua tahanan dalam sel Polres Gayo Lues ketakutan.

“Sekarang tidak ada yang berani dengan dia, semua temanya minta pindah ke sel lain, kayaknya pelaku kejahatan pembunuhan sangat ditakuti oleh pelaku kejahatan lainya, bahkan pelaku jambret sarung merah kemarin yang berada di Sel juga ciut nyalinya dengan Nurul Fajri,” jelas Kapolres.

Sementara Kapolsek Putri Betung Iptu Heri Budi mengatakan, saat ini keluarga Nurul Fajri sudah diungsikan ke rumah saudaranya, dan rumah tersangka saat ini dalam keadaan kosong. Hal itu dilakukan pihak Kepolisian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saat ini keluarga korban kan masih berduka, jadi guna menghindari terjadi keributan antara keluarga korban dengan keluarga tersangka, kami menyarankan kepada keluarga tersangka untuk pindah ke rumah saudaranya dulu,” katanya.

Menurut Kapolsek, Nurul Fajri selama ini adalah orang yang biasa-biasa saja dan normal, tetapi emosinya memang sangat tinggi. Sebelumnya Nurul Fajri pernah bermasalah dengan orang kampungnya hingga berkelahi hanya karna masalah air.

Seperti diberitakan sebelumnya, usai melakukan pembunuhan di desa Ramung, Kecamatan Putri Betung, Nurul Pajri langsung menuju kota Blangkejeren, dan tepat di depan Pos Satlantas, ia berteriak-teriak telah melakukan pembunuhan hingga akhirnya ditangkap Polisi. Sementara jenzah korban langsung dimakamkan usai diotopsi di Puskesmas Putri Betung.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *