,

Terkait Sengketa Tapal Batas, Pemkab Bireuen dan Bener Meriah Akan Gelar Kenduri Bersama

BIREUEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah dan Pemkab Bireuen dalam waktu dekat akan menggelar kenduri bersama di perbatasan, untuk menyelesaikan sengkata tapal batas Kabupaten Bireuen dengan Kabupaten Bener Meriah di Kampung Pantan Lah, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah.

Bupati Bireuen H Saifannur dan Bupati Bener Meriah, Ahmadi, telah duduk bersama membicarakan penyelesaian sengketa tersebut, Minggu malam, 10 September 2017 di Hotel Marcopolo, Jakarta. Pertemuan dua pemimpin daerah bertetanga itu difasilitasi oleh anggota DPR RI asal daerah pemilihan (Dapil) Aceh 2, H Furmandez.

Dalam pertemuan itu Bupati Bener Meriah, Ahmadi menjelaskan, pihaknya memang sudah merencanakan dari awal untuk bertemu setelah pelantikan Bupati Bireuen H Saifannur. “Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, saya sudah minta masyarakat untuk colling down. Pertemuan ini langkah awal untuk menuju penyelesaikan yang baik. Kami nanti akan sama-sama turun ke lapangan,” jelas Ahmadi

Ahmadi mengharapkan agar sengkera tapal batas Kabupaten Bireun dengan Kabupaten Bener Meriah di Kampung Pantan Lah, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah bisa diselesaikan dengan diplomasi dari hati ke hati. “Mudah-mudahan ada jalan keluar. InsyaAllah,” harapnya.

Sekda Bener Meriah Ismarissiska menambahkan, untuk menyelesaikan persoalan tersebut, pihaknya akan melakukan pendekatan adat dengan menggelar kenduri bersama. “Kami bersama Pemerintah Kabupaten Bireuen akan melakukan kenduri potong kerbau di sana untuk menyelesaikan persoalan ini,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Bireuen, H Saifannur menegaskan, sengketa tapal batas tersebut menjadi meruncing karena selama ini ada pihak-pihak yang memprovokasi masyarakat di lapangan. Ia menegaskan akan menyelesaika persoalan tersebut di lapangan.

“Kita akan selesaikan, kalau istilah saya, jangan ada dusta diantara kita. Satu pisa bisa dipotong dua. Masyarakat Juli, Bireuen dengan masyarakat Pintu Rime, Bener Meriah sama-sama bersaudara. Ini hanya tapal batas antar sesame kita, bukan dengan orang lain. Masyarakat Bener Meriah bisa tinggal di Bireuen dan masyarakat Bireuen juga bisa tinggal di Bener Meriah. Kita akan selesaikan dari hati ke hati, saya juga akan sampaikan ke Gubernur. InsyaAllah ada jalan keluarnya,” tegasnya.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *