Sunday, January 26, 2020

Teras Kantor SAR Aceh Selatan Ambruk Dihantam Abrasi

Must Read

Polisi Musnahkan Satu Ton Lebih Ganja Sitaan

BLANGKEJEREN - Satu ton ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Mapolres Gayo Lues. Barang haram tersebut merupakan hasil...

Setelah Dua Bulan Dipenjara, Polisi Serahkan Mantan Kepala Desa Blangkucir ke Jaksa

BLANGKEJEREN - Kasus dugaan korupsi Dana Desa yang dilakukan Kepala desa Blangkuncir, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues yang merugikan...

H Firmandez Masuk Pengurus Ikatan Alumni Lemhanas

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, H Firmandez dipercayakan menjadi pengurus Ikatan Alumni Lembaga...
Avatar
Redaksi
Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

TAPAKTUAN – Teras Kantor Satgas Search And Rescue (SAR) Aceh Selatan Lhok Keutapang, Tapaktuan ambruk ke laut setelah dihantam abrasi pada Jumat, 12 Mei 2017 sekitar pukul 09.15 WIB saat air laut sedang pasang.

Ketua Satgas SAR Aceh Selatan Mayfendri mengatakan selama ini abrasi memang sudah menggerus tanah di pinggir laut tepat di belakang kantor SAR sekitar 5 hingga 10 meter lebih. Akibatnya abrasi tersebut tidak hanya mengancam keberadaan kantor SAR tapi juga puluhan rumah penduduk di sepanjang bibir pantai.

“Abrasi di kawasan itu semakin parah pasca direalisasikannya pembangunan tanggul break water oleh Pemkab Aceh Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tahun 2016 lalu, karena pembangunan tanggul tersebut hanya direalisasikan sekitar belasan meter saja bukan secara menyeluruh disepanjang bibir pantai Gampong Lhok Keutapang,” jelas Mayfendri, Jumat, 12 Mei 2017.

Mayfendri memprediksi, jika abrasi itu tidak segera ditangani oleh Pemkab Aceh Selatan maka seluruh bangunan kantor Satgas SAR suatu saat akan ambruk ke laut. “Sebelum itu terjadi kita berharap adanya perhatian serius dari pemerintah,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Ir Sufli menjelaskan, untuk mengatasi bencana yang sudah mengancam kantor Satgas SAR dan sejumlah rumah penduduk tersebut, pihaknya telah mengerahkan satu unit alat berat excavator untuk membangun tanggul penahan ombak secara darurat di lokasi itu.

“Sudah kami kerahkan alat berat ke lokasi tersebut, kemungkinan besar proses penanganan sebatas darurat dulu. Untuk penanganan secara permanen akan dilakukan oleh dinas terkait,” jelasnya.[HM]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Terbaru

Polisi Musnahkan Satu Ton Lebih Ganja Sitaan

BLANGKEJEREN - Satu ton ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Mapolres Gayo Lues. Barang haram tersebut merupakan hasil...

Setelah Dua Bulan Dipenjara, Polisi Serahkan Mantan Kepala Desa Blangkucir ke Jaksa

BLANGKEJEREN - Kasus dugaan korupsi Dana Desa yang dilakukan Kepala desa Blangkuncir, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues yang merugikan keuangan Negara Rp 258.656.349 sudah...

H Firmandez Masuk Pengurus Ikatan Alumni Lemhanas

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, H Firmandez dipercayakan menjadi pengurus Ikatan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhanas). Politisi...

GTA Terobos Jalur Ekstrem Lesten-Pulo Tiga

BLANGKEJEREN - Tim Blutax's Jimny off Road 4x4 Gayo Lues bersama tim Gayo Trail Adventure (GTA) berhasil menerobos jalur ekstrem di lintasan...

Menikmati Pesona Lhok Gob di Belantara Pidie Jaya

Pesona sungai Lhok Gob yang membelah belantara Pidie Jaya di Gampong Kumba, Bandar Dua, sungguh sangat memanjakan mata. Wisata alam yang asri dan menenangkan...
- Advertisement -

Baca juga...