,

Tensi Darah Tinggi, Pemerkosa Anak Batal Dicambuk

TEROPONGACEH.COM | TAPAKTUAN – Pelaksanaan hukuman uqubat cambuk susulan kembali digelar pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) bersama Dinas Syariat Islam dan petugas Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Selatan di Masjid Jamik Al-Ikhlas, Desa Kasik Putih, Kecamatan Samadua, usai shalat Jumat, 19 Agustus 2016.

Dari tiga orang terpidana pelanggar Syariat Islam yang dieksekusi cambuk masing-masing Irfan Bin Alm Sulaiman, Tarmizi Bin Alm Husen dan Dedi Firmansyah Bin Alm Basigin, hanya dua terpidana yang bisa dicambuk sesuai Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Jinayat.

Sedangkan satu terpidana lagi bernama Tarmizi, pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah umur warga Desa Lhok Sialang Rayeuk, Kecamatan Pasie Raja, batal dicambuk karena berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter, saat hendak dicambuk tensi darah yang bersangkutan tiba-tiba tinggi yakni tensi darahnya mencapai 210 perdetik.

Berdasarkan putusan Mahkamah Syar`iyah Tapaktuan Nomor : 0005/JN/2016/MS.TTN tanggal 16 Juni 2016, terpidana pemerkosaan anak di bawah umur atas nama Tarmizi Bin Alm Husen terbukti melanggar pasal 50 Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang hukum Jinayat sehingga dijatuhi Tajir 200 kali cambuk di potong masa tahanan selama 169 hari sehingga jumlah uqubat tajir cambuk menjadi sebanyak 194 kali.

Sedangkan terpidana Irfan Bin Alm Sulaiman warga Desa Padang Keulele, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) berdasarkan putusan Mahkamah Syar`iyah Tapaktuan Nomor : 0001/JN/2016/MS.TTN tanggal 8 Juni 2016, terbukti telah melakukan jarimah pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur melanggar pasal 47 Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum Jinayat sehingga dijatuhi tajir cambuk 50 kali dipotong masa tahanan selama 207 hari sehingga jumlah uqubat ta`jir cambuk menjadi sebanyak 43 kali.

Selanjutnya, terpidana Dedi Firmansyah Bin Alm Basigin warga Desa Tampang Kecamatan Samadua berdasarkan putusan Mahkamah Sya`iyah Tapaktuan Nomor 0002/JN/2016/MS.TTN tanggal 6 Juni 2016 terbukti melanggar pasa 34 Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat karena melakukan jarimah zina terhadap anak di bawah umur.

Dari sebanyak 150 kali hudud dan ta`jir yang dijatuhi terhadap yang bersangkutan setelah dipotong masa tahanan selama 196 hari sehingga jumlah uqubat cambuk menjadi 143 kali, telah dieksekusi cambuk di Masjid Agung Istiqamah Tapaktuan pada Jumat, 5 Agustus 2016 lalu sebanyak 100 kali. Eksekusi cambuk saat itu dihentikan saat itu karena berdasarkan pemeriksaan tim dokter terpidana mengalami luka serius dibagian punggung, sisa eksekusi cambuknya sebanyak 43 kali lagi telah tuntas di lakukan dalam pelaksaan eksekusi cambuk susulan di Masjid Jamik Al-Ikhlas Kecamatan Samadua.

“Dengan telah selesainya eksekusi cambuk tersebut, maka terhadap dua terpidana masing-masing atas nama Dedi Firmansyah dan Irfan kasus hukumnya juga sudah selesai sehingga mereka sudah bebas. Sedangkan terhadap terpidana Tarmizi masih tetap ditahan di Rutan kelas II-B Tapaktuan menunggu digelarnya eksekusi cambuk susulan pada Jumat pekan depan,” kata Kasi Pidana Umum Kejari Aceh Selatan, Zainul Arifin.[Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *