,

Tambang Emas Tradisional Kembali Makan Korban

LABUHANHAJI – Nurdin (55) pekerja tambang tradisional warga Desa Gunung Rotan, Kemukiman Peulumat, Kecamatan Labuhanhaji Timur, ditemukan tewas di tambang emas tradisional di kawasan Gunung Alur Mas akibat tertimbun tanah longsor, Senin, 8 Agustus 2016.

Camat Labuhanhaji Timur, Arni saat dihubungi dari Tapaktuan, Selasa, 9 Agustus 2016 mengatakan, korban bersama seorang temannya bernama Lisma pada Senin sekitar pukul 10.00 WIB pergi kelokasi tambang yang baru dibuka beberapa hari lalu di kawasan Gunung Alur Mas, Kemukiman Peulumat. Mereka hendak hendak mencari batu mengandung mineral emas.

Menurut dia, sistem penggalian tanah untuk mendapatkan batu yang mengandung mineral emas dilakukan oleh korban bersama seorang temannya dengan cara menggali tanah gunung dari samping (sistem terobos) persis berada di pinggir alur.

“Saat sedang menggali lobang dengan sistem terobos dengan kedalaman baru sekitar 2 meter, secara tiba-tiba tanah gunung beserta batu besar runtuh atau longsor yang langsung menimpa korban. Teman korban yang berada di belakangnya langsung melaporkan peristiwa itu ke warga. Puluhan warga yang datang ke lokasi berhasil mengevakuasi jasad korban dengan cara melakukan penggalian secara manual sekitar pukul 12.00 WIB,” sebut Arni.

Menurutnya, lokasi tambang emas tradisional yang baru dibuka oleh beberapa warga tersebut memiliki struktur tanah yang labil, sehingga sistem penggalian tanah untuk mendapatkan bongkahan batu yang mengandung mineral emas dengan langsung menggali tanah dari samping (sistem terobos) persis berlokasi di pinggir alur sangat membahayakan keselamatan pekerja tambang itu sendiri.

Seharusnya, sambung dia, lazimnya dilakukan oleh pekerja tambang emas tradisional di tempat lain, sistem penggalian tanah untuk mendapatkan bongkahan batu mengandung mineral emas dilakukan dengan cara menggali tanah bagian bawah sehingga berbentuk lobang terlebih dahulu, baru selanjutnya dilakukan penggalian tanah dengan sistem terobos.

Untuk menghindari kembali jatuhnya korban jiwa di lokasi tambang emas tradisional tersebut, Camat Labuhanhaji Timur akan berkoordinasi dengan aparat desa setempat serta pihak dinas terkait di Tapaktuan, dalam rangka mengambil kebijakan selanjutnya.

“Untuk langkah konkritnya belum dapat kami sebutkan, karena menyangkut tambang emas tradisional ini duduk persoalannya tergolong krusial dan sensitif sebab menyangkut mata pencaharian masyarakat banyak,” jelasnya.[Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *