,

Tak Layak Konsumsi, Warga Kembalikan Beras Bulog

TAPAKTUAN – Keuchik Lhok Reukam mengembalikan sekarung beras sejahtera (rastra) ke petugas Bulog Sub Divre Blang Pidie karena tak layak konsumsi. Pihak Bulog mengakui hal itu terjadi karena keterlambatan penyaluran.

Sementara rastra jatah bulan Januari – April 2017 yang diterima 336 Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Tapaktuan bulirnya hancur dan berwarna kekuning-kuningan. Bahkan, dalam beberapa karung lainnya juga sempat ditemukan beras bercampur batu ukuran kecil.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Tapaktuan, Harmaini alias Utih hal tersebut. Namun menurutnya tak semua beras tidak layak konsumsi. Malah karena kerusakan terhadap beras dinilai tidak begitu fatal, sebagian warga bisa menerimanya.

“Sebelum disalurkan ke masing-masing gampong, beras itu terlebih dulu kami cek. Hasilnya memang benar dalam kondisi kurang bagus, tapi itu bukan seluruhnya melainkan hanya sebagian,” kata Harmaini, Selasa, 16 Mei 2017

Hal yang sama diakui Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Aceh Selatan, Fujianto. Pasca pasca menerima laporan dari Camat Tapaktuan, pihaknya langsung turun ke lokasi melakukan pengecekan. Hasilnya, memang benar kondisi beras bantuan yang disalurkan itu kurang bagus.

“Beras itu bukan tidak layak ya, sebab kalau untuk dikonsumsi tetap masih layak. Namun jika dikatakan dalam kondisi kurang bagus itu benar. Karena faktanya adalah bulir beras itu dalam kondisi hancur dan berwarna kuning,” ungkapnya.

Menyikapi hal itu, pihaknya berencana dalam waktu dekat ini akan menyurati Bulog Sub Drive Blang Pidie agar menyalurkan beras dalam kondisi lebih baik. Fujianto menyebutkan, jumlah keseluruhan penerima manfaat rastra di Aceh Selatan tahun 2017 sebanyak 14. 395 KK, bertambah 1.309 KK dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Bulog Sub Divre Blang Pidie, Armia mengatakan, penyebab beras bantuan tersebut hancur disebabkan karena terlalu lama disimpan di gudang Bulo. Khusus untuk wilayah Aceh Selatan gudang tersebut berlokasi di Gampong Teupin Gajah, Kecamatan Kluet Utara.

“Sebenarnya beras itu sudah harus disalurkan pada bulan Januari atau paling lambat Februari 2017 lalu, tapi sayangnya baru bisa disalurkan pada bulan Mei 2017,” kata Armia.

Untuk menghindari kembali terulangnya persoalan serupa, Armia berjanji akan memerintahkan petugas Bulog di gudang Kecamatan Kluet Utara untuk lebih berhati-hati lagi dalam menyeleksi dan menyortir beras sebelum diserahkan kepada masyarakat penerima manfaat.

“Intinya sebenarnya lebih kepada faktor keterlambatan penyaluran. Karena khusus Aceh Selatan berlangsung empat bulan sekali sehingga beras cukup lama tersimpan di gudang. Padahal jika langsung disalurkan pada bulan Februari kami yakin beras itu masih dalam kondisi segar,” pungkasnya. [HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *