,

Tahun 2024 Kebutuhan Listrik Aceh Capai 799 MW

TAPAKTUAN – Aceh sampai kini masih mengalami krisis listrik. Pemadaman bergilir masih terjadi di hampir semua daerah. Tahun 2015 lalu kebutuhan listrik di Aceh 416 Mega Watt (MW). Pada tahun 2024 diprediksikan Aceh butuh suplai listrik 799 MW.

Hal itu diungkapkan Environmental and Forestry Advisor PT Trinusa Energi Indonesia, Ir Nur Hidayat pada konsultasi publik terkait studi AMDAL pembangunan PLTA Kluet 1 yang dilaksanakan PT Trinusa Energy Indonesia di Aula Kantor Bappeda, Tapaktuan, Selasa, 31 Mei 2016.

Nur Hidayat menyatakan, keputusan pihaknya membangun PLTA Kluet 1 di Aceh Selatan berkapasitas 180 MW merupakan bagian dari partisipasi untuk mendukung program pemerintah dalam merealisasikan penyediaan tenaga listrik seluruh wilayah Indonesia sebesar 35.000 MW.

“Keputusan Menteri ESDM Nomor : 0074K/21/MEM/2015 telah mengesahkan rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) tahun 2015 sampai dengan tahun 2024 dimana rencana pembangunan pembangkit 35.000 MW akan ditangani oleh PT PLN sebesar 42 % dan sisanya 58 % akan dibangun oleh pihak swasta melalui mekanisme independen power producer (IPP),” kata Nur Hidayat.

Menurutnya, secara prinsip rencana pembangunan PLTA Kluet 1 sudah mendapat persetujuan dari pihak PT PLN Pusat untuk masuk dalam program rencana usaha penyediaan tenaga listrik PT PLN tahun 2015-2024.

Untuk Pulau Sumatera, sebut Nur Hidayat, beban puncak kebutuhan tenaga listrik tahun 2015 diperkirakan mencapai 5,590 MW sedangkan pada tahun 2024 diperkirakan sudah mencapai 13,141. Kebutuhan tenaga listrik tahun 2015 33,666 GWh sementara pada tahun 2024 sudah mencapai 89,214 GWh.

Kapasitas terpasang tahun 2015 hanya 7,705 MW diperkirakan tahun 2024 kapasitas terpasang harus mencapai 24,127 MW. Dengan demikian, tambahan kapasitas yang akan dibangun sampai tahun 2024 mencapai 16,422 MW.

Secara teknis dijelaskan bahwa, kajian hidrologi daerah aliran sungai (DAS) Kluet memiliki panjang 110 KM, natural drop (head) of 1450 meter, rata-rata gradient 13 % dan catchment area 2.893 KM2. Iklim DAS Kluet adalah hutan hujan tropis dengan curah hujan rata-rata dalam setahun sekitar 2.900 mm, dimana curah hujan tertinggi terjadi pada bulan September dan Oktober.

Nur Hidayat menyebutkan, luas izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) areal PLTA Kluet 1 yang masuk kawasan hutan lindung lebih kurang mencapai 440,19 hektar, dengan perincian areal PLTA serta sarana prasarana lebih kurang 349,67 hektar, area konstruksi bendung lebih kurang 27,06 ha, disposal 34,97 ha, inundation 244,77 ha, inventory 6,8 ha, office dan basecamp 10,55 ha dan power house 25,52 ha. Rencana jalan akses dan transmisi lebih kurang 77,34 ha, rencana terowongan bawah tanah lebih kurang 13,18 ha.

Di samping menggunakan kawasan hutan lindung, pembangunan PLTA Kluet 1 juga menggunakan kawasan hutan areal penggunaan lain (APL) seluas lebih kurang 19,34 hektar sehingga dengan demikian total luas areal yang dibutuhkan untuk pembangunan PLTA Kluet 1 mencapai 459,53 hektar.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *