,

Tahun 2018, Listrik di Aceh Bertambah 300 MW

BANDA ACEH – Kekurangan pasokan alur listrik ke Aceh selama ini, diperkirakan akan teratasi dengan penambahan 300 Mega Watt (MW) sumber listrik baru di Aceh.

Tambahan arus itu berasal dari dua pembangkit listrik yang sedang dibangun oleh PT PLN, yakni 250 MW dari Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Arun, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe dan 50 MW dari PLTMG Ladong, Kecamatan Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar.

Hal itu diungkap General Manager PLN Aceh, Jefri Rosiadi pada pertemuan dengan multi stakeholder forum di Banda Aceh, Rabu, 24 Mei 2017. “Jadi, pada tahun 2018, Aceh ada penambahan 300 MW, sehingga diharapkan pada tahun itu permasalahan listrik di Aceh bisa diatasi,” ungkapnya.

Jefri menjelaskan, operasional PLTMG lebih mudah dibandingkan dengan pembangkit lainnya, karena apabila terjadi gangguan akan cepat teratasi, sedangkan pembangkit lainnya akan membutuhkan waktu 10-12 jam untuk kembali normal.

“Aceh kini sudah memiliki PTLMG di Arun dengan kapasitas 184 MW. Dan total pembangkit yang ada di Aceh sebesar 380 MW, sedangkan beban puncak 487 MW, sehingga harus dipasok dari Sumatera Utara,” jelasnya.

Jefri menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan pada pelanggan yakni dengan membangun gardu-gardu induk yang lebih banyak lagi. Selama ini katanya, PLN masih banyak kehilangan energi listrik akibat pencurian arus.

“Kami sudah memberikan pendidikan kepada petugas bagaimana prosedur P2TL. Bagaimana masyarakat mencurinya kita memiliki bukti baik saksi maupun foto. Banyak pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan dengan sengaja untuk menghemat pengeluarannya dalam menjalankan usaha,” pungkasnya.[HK]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *