,

Taekwondo Aceh Selatan Terancam Didiskualifikasi

TAPAKTUAN – Permohonan dari cabang olahraga taekwondo untuk menyediakan shock sensor (sepatu sensor) sampai saat ini juga belum diakomodir oleh pihak Dispora Aceh Selatan. Padahal, sepatu sensor tersebut sangat dibutuhkan oleh atlet tekwondo.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Club Tekwondo SMAN 1 Tapaktuan, Alfizarsyah Putra kepada wartawan di Tapaktuan, Rabu, 25 April 2018. “Jika sepatu sensor tersebut tidak diadakan segera maka atlet teakwondo Aceh Selatan terancam didiskualifikasi dan tidak bisa bertanding pada Popda ke-15 yang akan digelar di Aceh Tengah,” ungkapnya.

Padahal kata dia, pelatih taekwondo Aceh Selatan mengaku jauh-jauh hari sebelumnya telah melayangkan surat ke Dispora namun sayangnya ditolak bahkan dikembalikan lagi kepada pelatih tekwondo.

“Kami juga telah pernah menawarkan pada Dispora Aceh Selatan, jika sepatu sensor tersebut terlalu berat di adakan dengan harga Rp 2,5 juta/pasang, maka jika diserahkan pada kami, maka kami mampu mengadakannya dengan harga sebesar Rp 1,5 juta/pasang, tapi sayangnya itupun tidak diakomodir,” tegasnya.

Karena itu ia menilai Dispora Aceh Selatan tak serius mempersiapkan atlet tekwondo, bahkan selama berlangsungnya latihan di Tapaktuan sama sekali tidak ada satu orangpun dari Dispora yang memantau dan mengevaluasi secara langsung perkembangan atlet dilapangan. Pelaksanaan latihan terkesan dibiarkan begitu saja.

“Kondisi itu tak hanya saat berlangsungnya latihan internal, bahkan disaat berlangsungnya latihan pertandingan antara atlet tekwondo Aceh Selatan dengan atlet Tekwondo Subulussalam baru-baru ini di Tapaktuan, juga tidak ada satu orangpun dari Dispora Aceh Selatan yang memantau di lapangan. Seharusnya, untuk mengetahui perkembangan atlet Dispora Aceh Selatan membentuk tim pemantau sehingga bisa di evaluasi kemampuan atlet kita,” ungkapnya.

Kepala Bidang Olahraga Dispora Aceh Selatan, Drs. Munawir menjelaskan, pihaknya tidak mampu menyediakan sepatu sensor karena anggarannya tidak tersedia dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) Dispora. Soalnya, ketentuan pengadaan sepatu tersebut sebelumnya tidak disyaratkan tapi secara tiba-tiba telah disyaratkan kembali oleh pihak panitia di Aceh Tengah.

“Kami tidak mungkin menyediakan anggaran di luar ketentuan yang telah ditetapkan sebelumnya, meskipun demikian jika hal itu benar-benar disyaratkan oleh pihak panitia, maka kami tetap akan mengusahakannya saat telah berada di Aceh Tengah nanti,” jelas Munawir.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *