Survei Setara Institute Dinilai Lecehkan Kota Banda Aceh

0
54

BANDA ACEH – Hasil survey Setara Institute dinilai telah mendiskreditkan nilai-nilai toleransi di Kota Banda Aceh. Pihak Setara Institute diminta tidak mencantumkan Kota Banda Aceh sebagai dalam kategori intoleran.

Penegasan itu disampaikan Pang Ulee Komandan Al Asyi, Tuanku Warul Waliddin. Keturunan pewaris kesultanan Aceh ini menilai, Setara Institute tidak paham akan sejarah peradaban Kota Banda Aceh yang sudah berusia 813 tahun, yang dari zaman dulu sangat sangat toleran dengan keberagaman.

“Tidak pernah kita mendengar sejak dahulu ada pembakaran rumah ibadat, atau pengusiran satu etnis suatu suku bangsa, dan setiap umat beragam di Banda Aceh, hampir rata-rata merupakan umat yang taat beragam sesuai agam mereka masing-masing, baik yang minoritas maupun mayoritas tidak pernah terdengar saling merendahkan, apalagi hingga menghina satu dan lainnya,” ungkapnya, Minggu, 9 Desember 2018.

Menurut Tuanku warul, pihak Pemko Banda Aceh, seharusnya menggugat setara institute yang membuat survey tersebut yang dapat mengakibatkan kekhawatiran berbagai pihak yang ada di luar terhadap iklim investasi dan pariwisata di kota Banda Aceh.

“Masyarakat Aceh terutama kota Banda Aceh sudah terbukti sangat open dalam pergaulan dengan berbagai pihak, tsunami 14 tahun yang lalu yang mengantarkan banyak relawan dari hampir seluruh bangsa dunia telah merasakan bagaimana tolerannya masyarakat kota Banda Aceh,” lanjut Tuwanku Warul Waliddim yang juga Caleg DPRK Banda Aceh dapil 2 Kuta Alam dari partai PBB.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here