,

Sungai Meluap, Jenazah Tim Survey PLTA Belum Bisa Dievakuasi

TAPAKTUAN – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Selatan, H Nasjuddin menyatakan, satu lagi jenazah tim survey PLTA yang hilang terseret arus sungai Alue Buloh, puncak gunung Jambo Papeun, Kecamatan Meukek pada Kamis 29 Desember 2017 lalu atas nama Muktar Yuli (20 tahun) warga Desa Jambo Papeun, sudah berhasil ditemukan oleh warga Desa Alue Keujruen, Kemukiman Menggamat Kecamatan Kluet Tengah pada Kamis 5 Januari 2017 lalu.

Namun sayangnya, jenazah yang ditemukan oleh salah seorang warga yang sedang melintas di Sungai (Krueng) Kluet tepatnya di Pulau Dua Sarah Meulayang Desa Alue Keujruen sekitar pukul 10.00 WIB tersebut, sampai saat ini belum bisa di evakuasi ke rumah duka di Desa Jambo Papeun, Meukek karena air sungai masih besar dan deras sehubungan masih tingginya curah hujan.

“Jenazah tersebut sudah berhasil ditemukan dua hari lalu yakni Kamis kemarin. Namun sayangnya sampai saat ini masih berada di Desa Alue Keujrun, pedalaman Kecamatan Kluet Tengah. Proses evakuasi terhadap jenazah tersebut mengalami kendala karena air sungai masih besar dan deras,” kata Nasjuddin Sabtu 7 Januari 2017.

Untuk diketahui bahwa, wilayah Desa Alue Keujrun merupakan salah satu desa di Kecamatan Kluet Tengah yang masih terisolir dan terpencil. Untuk menuju ke wilayah yang berada di kaki gunung Menggamat tersebut, harus menggunakan armada transportasi perahu bermesin robin melalui aliran Sungai (Krueng) Kluet. Karena tidak ada sarana infrastruktur jalan untuk menuju ke wilayah perkampungan yang berada di pinggir sungai serta termasuk ke dalam kawasan hutan lindung tersebut.

Menurut Sekda Nasjuddin, pihaknya akan terus mengupayakan segala cara untuk bisa mengevakuasi korban yang sudah dinyatakan hilang selama 9 hari tersebut. Sebab kondisi jenazah saat ini sudah mulai mengembung dan rusak.

Sementara itu, Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, Mayfendri menyatakan sejumlah petugas gabungan telah berada di Alue Keujrun sejak Jumat 6 Januari 2017 kemarin pasca mendapat informasi penemuan jenazah korban oleh masyarakat setempat.

Namun karena air sungai masih besar dan deras proses evakuasi korban ke Menggamat Ibu Kota Kecamatan Kluet Tengah belum bisa dilakukan hingga Sabtu 7 Januari 2017 pagi.

“Petugas sudah sejak Sabtu pagi tadi bersiap-siap menunggu air sungai surut. Kemungkinan jika air sungai sudah surut Sabtu sore ini juga jenazah di evakuasi. Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar jenazah tersebut bisa di evakuasi hari ini juga,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Kluet Tengah Ipda Yuhendri mengatakan sebenarnya penemuan satu lagi mayat tim survey PLTA dari PT Trinusa Energy Indonesia asal Desa Jambo Papeun tersebut sudah sejak Kamis 5 Januari 2017, namun karena di lokasi penemuan yakni Alue Keujrun tidak terjangkau jaringan telekomunikasi (tidak ada sinyal HP), maka informasinya baru hari Jumat 6 Januari 2017 sampaikan ke pihaknya oleh masyarakat setempat.[Hendri Z]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *