,

Sudah 8 Paslon Nyatakan Maju Pada Pilkada Aceh Selatan

TAPAKTUAN – Pilkada Aceh Selatan yang akan digelar 27 Juni 2018, direncanakan akan diikuti 8 pasangan calon (paslon). Tiga pasangan diusung koalisi partai politik (parpol) dan lima pasangan maju lewat jalur perseorangan (independen).

Mereka ada yang berasal dari mantan bupati, mantan Pj bupati, pengusaha muda yang sukses di Jakarta, mantan kepala dinas hingga kalangan akademisi. Informasi yang dihimpun di Tapaktuan, Minggu, 26 November 2017.

Ketiga pasangan bakal calon yang akan maju lewat jalur Parpol tersebut adalah Bupati Aceh Selatan sekarang HT Sama Indra SH yang akan berpasangan dengan H Harmaini M Si (mantan Sekda Aceh Selatan). Kemudian H Azwir (mantan Pj Bupati Nagan Raya) yang akan berpasangan dengan Tgk Amran Ketua Partai Nanggroe Aceh (PNA) Aceh Selatan.

Selanjutnya, H Mirwan,MS, SE (pengusaha muda asal Labuhanhaji Raya yang sukses di Jakarta) akan berpasangan dengan Zirhan (mantan anggota DPRK Aceh Selatan dari Partai Aceh).

Namun, dari ketiga pasangan bakal calon itu baru pasangan H Mirwan – Zirhan yang telah resmi dideklarasikan diusung Partai Aceh (PA) yang memiliki 5 kursi di DPRK. Selain PA, pasangan ini juga disebut-sebut sudah didukung oleh PKPI yang memiliki 4 kursi di DPRK.

Sementara H Azwir telah memastikan bahwa pihaknya akan maju lewat jalur parpol. Beberapa parpol yang telah memberikan dukungan tersebut antara lain PNA (1 kursi), Hanura (2 kursi), PKB (1 kursi) dan PDIP (1 kursi). Dengan mengantongi tiket 5 kursi di DPRK tersebut, maka merujuk UU Pemerintah Aceh pasangan H Azwir-Tgk Amran ini telah bisa bertarung dalam kontestasi Pilkada 2018.

Klaim serupa juga disampaikan tim pendukung bakal calon incumbent, HT Sama Indra SH yang berpasangan dengan H Harmaini. Sejauh ini, pasangan ini mengklaim telah didukung Nasdem (2 kursi), PPP (2 kursi), Gerindra (1 kursi) dan Golkar (1 kursi).

Sementara yang masih menjadi teka-teki sekarang ini adalah kemana arah dukungan politik akan dijatuhkan Partai Demokrat yang memiliki 5 kursi serta PAN yang memiliki 3 kursi di DPRK Aceh Selatan.

Jika merujuk kepada peta dukungan politik terhadap pasangan H Azwir – Tgk Amran yang mayoritasnya didukung dan diusung oleh parpol koalisi Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Irwandi – Nova pada Pilkada 2017 lalu, maka hampir dapat dipastikan partai berlambang merci besutan SBY tersebut bakal bergabung juga dalam koalisi parpol pengusung H Azwir – Tgk Amran.

Namun yang agak membingungkan justru dukungan politik yang akan dijatuhkan PAN menyusul masih tingginya proses dinamika politik di internal partai tersebut. Disebut-sebut, pengurus PAN di daerah dengan di provinsi terbelah. DPD PAN Aceh Selatan telah bulat dan bahkan telah mendeklarasikan dukungannya kepada Bupati HT Sama Indra.

Namun belakangan DPW PAN Provinsi Aceh memerintahkan pengurus daerah agar membuka kembali proses penjaringan bakal calon. Disebut-sebut, partai pimpinan Zulkifli Hasan tersebut sedang mengerucutkan pilihannya terhadap dua kandidat, yakni apakah kepada HT Sama Indra atau kepada H Azwir. Namun informasi terakhir didapat arah dukungan PAN makin menguat ke H Azwir menyusul pertemuannya dengan Amin Rais baru-baru ini.

Komisioner KIP Aceh Selatan, Saiful Bismi mengatakan, klaim para kandidat telah didukung atau diusung parpol tertentu merupakan hak masing-masing kandidat beserta tim pendukungnya. Namun kepastian itu akan dibuktikan pihaknya melalui kelengkapan persyaratan yang akan diserahkan saat dibukanya tahapan pendaftaran pasangan calon mulai tanggal 8-10 Januari 2018 mendatang.

Seluruh berkas persyaratan yang nantinya akan diserahkan akan dilakukan proses verifikasi oleh KIP. Terhadap kandidat yang memenuhi syarat akan ditetapkan pada tanggal 12 Februari 2018,” ujarnya.

Calon Independen
Sejak tahapan penyerahan syarat dukungan pasangan calon yang maju lewat jalur independen resmi dibuka sejak tanggal 25-29 November 2017, sudah sebanyak lima pasangan bakal calon yang telah mengambil pasword user name Sistem Pencalonan (Silon) di Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Selatan.

Kelima pasangan bakal calon tersebut masing-masing Tgk Husin Yusuf (mantan Bupati Aceh Selatan periode 2008-2013 berasal dari Kecamatan Kluet Utara) berpasangan dengan Dr Mustafril (Ketua Forum Pala Aceh yang juga dosen Unsyiah asal Kecamatan Tapaktuan).

Kemudian, Darmansyah (mantan Kadis Pertanian Aceh Selatan berasal dari Kecamatan Kluet Timur) berpasangan dengan Baital Makmur (seorang pengusaha berasal dari Labuhanhaji Raya). Selanjutnya, Karman (mantan Kadis Pendidikan Aceh Selatan berasal dari Kecamatan Kluet Selatan) berpasangan dengan Afdal Yasin (putra asal Kecamatan Samadua).

Selain itu ada Misbah (mantan Kepala MAN Unggul Tapaktuan asal Kluet Raya) berpasangan dengan Samsul Bahri (putra asal Kecamatan Meukek). Terakhir Zulkarnaini (mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Aceh Selatan asal Labuhanhaji Raya) berpasangan dengan M Jasa (putra asal Kemukiman Menggamat, Kecamatan Kluet Tengah).

“Namun dari lima kandidat dimaksud, satu pasangan diantaranya yakni Tgk Husin Yusuf – Dr Mustrafril telah menyerahkan syarat dukungan ke KIP pada Sabtu, 25 November 2017,” kata Saiful Bismi.

Dia menyatakan, terhadap bakal calon yang berasal dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif, saat pendaftaran nanti wajib menyerahkan surat keterangan pensiun dini serta melampirkan bukti tanda terima bahwa telah mengajukan surat dimaksud ke pihak Badan Kepegawaian Negara (BKN).[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *