,

Suami Ditangkap, Istri Tertipu Rp10 Juta

IDI – Penipuan dengan mencatut nama pejabat Polres Aceh Timur kembali terjadi. Nama Kasat Narkoba AKP Ildani Ilyas dicatut oleh orang yang tidak bertanggungjawab dengan modus bisa membebaskan anggota keluarga korban yang sedang tersangkut masalah hukum, utamanya kasus narkoba.

Kasat Narkoba AKP Ildani Ilyas, Senin, 30 Mei 2016 mengatakan, korban penipuan yang mengatasnamakan Kasat Narkoba Polres Aceh Timur adalah Yusniar (38) warga Dusun Geulumpang, Desa Kuala Geulumpang, Kecamatan Julok, Aceh Timur istri dari tersangka Hafidin (43).

“Penipuan bermula saat Hafidin yang kami tangkap pada Jumat, 28 Mei 2016 sekaligus kami tetapkan sebagai tersangka karena kedapatan menyimpan ganja. Kemudian dua hari kemudian setelah penangkapan, pagi tadi Senin, 30 Mei keluarga tersangka memperoleh telepon dari seseorang yang mengaku sebagai Kasat Narkoba Polres Aceh Timur dan meminta sejumlah uang sebanyak Rp 10 juta dengan dalih untuk membebaskan tersangka dari jeratan hukum dan oleh istri tersangka menyangupi permintaan tersebut,” ungkap Ildani Ilyas.

Lantas siang harinya, istri tersangka meminta bantu Abang tersangka, Ishak untuk melakukan transfer uang ke Nomor Rekening: 1480-01-000683-53-0 dengan nama pemilik rekening Suryati.

Setelah melakukan transfer istri tersangka mendatangi Polres Aceh Timur dengan membawa foto copy bukti transfer dan surat pernyataan sesuai permintaan penelpon, setibanya di Polres Aceh Timur, barulah istri tersangka Hafidin baru menyadari jika dirinya tertipu.

Istri tersangka, Yusniar mengaku, sebelumnya sudah diingatkan dan dipesan oleh Kasat Narkoba agar berhati-hati dengan penipuan melalui telepon yang mengaku Kasat Narkoba Polres Aceh Timur. “Bahkan saya punya nomor Kasat Narkoba Pak Ildani, tapi entah kenapa, tadi pagi kok saya tidak punya kepikiran untuk menelpon beliau untuk menanyakan kebenaran permintaan tersebut,” kata Yusniar.

Sementara itu Kapolres Aceh Timur AKBP Hendri Budiman, menjelaskan, kejadian ini sudah yang kedua kalinya dan menimbulkan kerugian bagi keluarga tersangka. “Padahal sudah kami tekankan beberapa kali, bahwa pejabat Polres Aceh Timur mulai dari Kapolsek, Kasat, Kabag, Wakapolres sampai dengan Kapolresnya tidak pernah meminta imbalan dalam bentuk apapun, baik berupa uang maupun barang dalam menangani suatu perkara, setiap kasus yang ditimbulkan oleh para tersangka konsekuensinya adalah hukuman dan harus dipertanggungjawabkan di pengadilan, tidak bisa diurus di Polres,” tegas Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres menegaskan, menjelang pergantian pimpinan Polres Aceh Timur, kepada masyarakat yang berada di wilayah hukum Polres Aceh Timur, baik Kapolres yang lama atau yang baru, tidak pernah menelepon, SMS atau menghubungi pihak-pihak tertentu untuk meminta bantuan.

“Jika ada pihak-pihak yang mengatasnamakan Kapolres untuk meminta ini-itu, kami minta kepada masyarakat untuk mengabaikan saja dan jangan dituruti, itu penipuan, jika perlu catat nomor handphonenya dan laporkan kepada kami,” tegasnya. [IS]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *