,

Siswi SMA Unggul Ikut UN di Ranjang

BLANGKEJEREN – Gadis itu terlihat lesu di ranjang rumah sakit. Baju putih dan rok abu-abu membalut tubuhnya. Ya, Riska, siswi SMU Negeri Seribu Bukit harus mengikuti UN di ranjang. Penyakit yang diderita gadis itu membuatnya tak bisa duduk.

Saat rekan-rekannya menginap di asrama SMU unggul untuk mengikuti UN, ia justrus terbaring lemah di asrama. Tapi semangatnya untuk mengikuti UN sangat tinggi. Meski terlihat lesu, matanya yang redup memandang ke selembaran kertas di tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya masih memegang pensil yang bertulisan 2B.

Sesekali, badannya dibaringkan ke kanan dan ke kiri sembari membulati lembar jawaban untuk menjawab soal Ujian Nasional (UN) yang harus di ikutinya di tempat tidur. Penyakit yang sudah tiga bulan dideritanya membuatnya tak mampu untuk duduk di kursi Sekolah, bahkan dalam kesehariannya harus diantar jemput meskipun teman-temanya menginap di Asrama.

“Namanya Riska, ia mengalami penyakit usus lipat sejak tiga bulan yang lalu, bahkan sudah dua kali dibawa berobat ke Medan sama keluarganya, namun belum juga sembuh, sehingga dengan terpaksa berbaring di tempat tidur menjawab soal,” kata Kepala SMA Negeri Seribu Bukit, Salid SPd.

Riska menjalani UN dijaga oleh pengawas, meskipun hanya sendiri di dalam ruangan, para pengawas rela mengantar dan menjemput kebutuhan Riska. “Penyakitnya sangat berpengaruh saat duduk, kalau Riska duduk langsung mengalami sakit, jadi satu-satunya cara hanya berbaring di tempat tidur sembari menjawab soal, mudah-mudahan dia bisa menjawab soal dengan benar,” harap Salid.

Sementara Bupati Gayo Lues H Ibnu Hasyim yang mengunjungi SMA Seribu Bukit bersama Ketua DPRK, Kadis Dikjar dan Muspida lainya langsung mengunjungi tempat Riska menjawab soal, ketabahannya menjawab soal dalam keadaan sakit membuat Bupati ikut prihatin.

“Tidak apa-apa nak, nanti kamu akan sembuh, jawablah soalnya dengan benar, dan setelah sembuh dan lulus nanti bisa melanjutkan ke Universitas Negeri, setiap penyakit pasti ada obatnya,” kata Ibnu Hasim seraya memegang kaki Riska.

Di sisi lain, Bupati mengatakan ada empat jurusan yang sangat dibutuhkan Pemkab Gayo Lues di masa yang akan datang, seperti jurusan pertanian, kehutanan, pariwisata, dan peternakan.

“Kalau jurusan lain pun dibutuhkan, tapi ke empat ini yang menjadi prioritas kebutuhan Pemda, kalau dokter umum sudah cukup, kecuali untuk dokter spesialis, itu masih dibutuhkan, bahkan Pemda ikut menyekolahkanya,” kata Ibnu Hasyim menyemangati Riska.

Bupati berpesan, siswa yang lulus dari tingkat SMA nantinya tidak salah memilih jurusan, sehingga setelah selesai kuliah bisa langsung diterima bekerja di pemerintahan Kabupaten Gayo Lues.

“Upaya yang dilakukan Pemda Gayo Lues agar siswanya lulus dari sekolah dan lulus undangan ke perguruan tinggi negeri sudah banyak, seperti menambah jam pelajaran, bimbingan belajar, try out dan lain-lainnya, semua itu kita lakukan agar anak didik kita ini bisa sukses pada masa yang akan datang,” kata Bupati. [Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *