Siswa SMA Unggul Olah Sampah Plastik Jadi Energi

0
186

BLANGKEJEREN – Siswa SMA Negeri Seribu Bukit, Gayo Lues berhasil mengolah sampah menjadi energy gas. Penemuan ini masuk kedalam 25 besar dalam lomba Toyota Eco Youth Ke-44 yang diikuti oleh 3.000 lebih peserta seluruh Indonesia.

Kepala Sekolah SMA Negeri Seribu Bukit Gayo Lues, Marjoni, Kamis, 21 Februari 2019 saat kunjungan Manajemen Toyota dan Nasional Geografik ke sekolahnya mengatakan, mengolah sampah plastik menjadi gas dan Bahan Bakar Minyak (BBM) ditemukan oleh siswa dan siswinya, setelah itu barulah dibuat profosal dan mengikuti perlombaan tingkat nasional.

“Yang mengikuti lomba ini ada sekitar 3.000 lebih sekolah, dan setelah dilakukan seleksi oleh panitia, SMA Seribu Bukit masuk nominasi 25 besar, makanya panitia datang ke Gayo Lues melakukan pembuktian terkait proposal tersebut, setelah semua yang masuk 25 besar ini dilakukan pembuktian, barulah diumumkan pemenangnya,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Gayo Lues, Anwar mengatakan ikut bangga dengan apa yang ditemukan siswa dan siswi SMA Negeri Seribu Bukit tersebut, katanya, temuan siswa dari Gayo Lues baru ini yang masuk nominasi di tingkat nasional dan sangat didukung oleh Dinas Pendidikan.

Sementara Wakil Bupati Gayo Lues, H Said Sani mengapresiasi temuan siswa Unggul itu, katanya, Pemerintah Daerah akan mengembangkan penemuan itu dengan bekerja sama antara Lingkungan Hidup dengan perindustrian, sehingga sampah plastik yang ada di Kabupaten itu akan termanfaatkan dengan baik.

“Saya selaku Wakil Bupati sangat bangga melihat anak negeri kita mampu menemukan apa yang belum terpikir oleh orang lain, apa lagi penemuan itu sudah masuk lomba ketingkat nasional, saya sangat mengapresiasinya,” katanya.

Penemuan pengolahan sampah plastik menjadi gas dan BBM kata Wakil Bupati sangat mendukung lingkungan yang ramah lingkungan, ditambah lagi penyulingan minyak serai wanggi bisa dilakukan dengan cara mengolah sampah plastik tersebut.

“Saya sudah lihat dari hasil temuan ini, dalam satu kg sampah plastik yang disuling mirip dengan penyuliangan serai wanggi, hasilnya yaitu 1 kg gas dan satu liter BBM, ini sungguh luar biasa, dan bisa kita jadikan sebagai alat penyulingan serai wanggi tanpa kayu bakar di masa mendatang,” katanya.

Usai pemaparan yang dilakukan siswa dan siswi SMA Seribu Bukit kepada Handry Yatno selaku Manajemen Toyota dan Nasional Geografik, siswa dan siswi Seribu Bukit langsung melakukan praktek dengan cara menyuling sampah plastik, kemudian satu selang dimasukan ke dalam jerigen.

Dari penyulingan itu, gas dan BBM terlihat keluar dan berkumpul di dalam jerigen, kemudian gas tersebut dicoba dibakar, dibuat penganti bensin menghidupkan mesin ginset dan mampu menghidupkan sepeda motor yang sudah dimodifikasi, sedangkan BBM yang dihasilkan mampu menghidupkan mesin babat (mesin pemotong rumput) dengan normal, dan manajemen Toyota terlihat salut dan mengakui sampah plastik bisa diolah menjadi gas dan BBM.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here