,

Senyum Abdullah dan Rukiyah di Rumah Terpal Bekas

Kediaman Abdullah dan Rukiyah sangat tak layak disebut rumah. Disebut gubuk juga tak layak. Wujudnya bukanlah sebuah rumah, tapi hanya susunan kayu-kayu lapuk yang dibumbuhi terpal dan spanduk bekas. Sangatlah kumuh.

Namun, di sana Abdullah dan Rukiyah tabah menjalani kehidupan. Abdullah bukanlah pria kebanyakan, dengan segala keterbatasannya itu, ia setia merawat Rukiyah yang lumpuh dalam “istana” deritanya itu di Keude Blang, Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Namun, dua insan itu tetap tersenyum menjalani hidup. Senyumnya semakin sumringah, Rabu, 18 Mei 2016 kemarin, ketika mengetahui ke tempat tinggalnya yang super kumuh itu datang orang nomor satu di Aceh Timur, Bupati H Hasballah H M Thaib alias Rocky.

Rocky datang tak sendiri, ia ikut memboyong Kepala Dinas Sosial. Kedatangan dua pejabat ini benar-benar membuat senyum Abdullah dan Rukiyah tambah sumringah. Betapa tidak, Rocky berkata pada Abdullah bahwa kedatangan mereka membawa kursi roda untuk Rukiyah yang sudah lama lumpuh.

Abdullah sangat bersyukur, kakaknya yang selama ini tidak pernah keluar dari tempat tidurnya karena lumpuh, kini bisa menikmati dunia luar. “Di sini saya kadang tak sanggup mengurusi kakak saya yang lumpuh, makanya saya pindahkan ke rumah saudara kandung saya di Gampong Buket Pala, Idi Rayeuk,” kata Abdullah dengan nada sendu.

Rukiyah pun ikut berterimakasih atas bantuan tersebut. Ia sangat bersyukut. “Alhamdilllah, berkat bantuan kursi roda akhirnya saya sudah bisa keluar rumah, karena selama ini saya sulit bergerak, sebab saya hanya bisa duduk di atas papan roda,” kata Rukiyah usai menerima kursi roda dari Kepala Dinas Sosial Aceh Timur, M. Yasin didampingi TKSK Idi rayeuk, Rahmad Hidayat, Rabu 18 Mei 2016.

Kebahagian kakak beradik itu bukan sebatas itu saja. Mereka hampir tak percaya, bahkan sempat terdiam sejenak, seolah antara ia dan tidak, ketika mendengar Bupati Rocky berkata bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Timur akan membangun rumah layak huni bagi mereka. Air mata Abdullah dan Rukiyah kali ini tumpah, tapi bukan menangis, mereka terharu bahagia.

Kepada Abdullah dan Rukiyah, Bupati Rocky mengaku kedatangannya ke sana setelah mendapat laporan adanya warga Idi Rayeuk yang menetap di rumah tak layak huni, sehingga hari itu juga Rocky bersama instansi terkait melihat langsung rumah milik Abdullah yang berada di Desa Keude Blang, bahkan Rocky mengambil kebijakan untuk merehab dan membangun rumah milik Abdullah, hari itu juga.

“Sedih melihat rumah Abdullah terbuat dari terbal bekas, bahkan saat hujan Abdullah mengaku harus mencari rumah tetangga sebagai tempat untuk berteduh. Sehingga kita minta Dinas Sosial hari itu juga membedah rumah Abdullah untuk dibangun rumah yang layak huni,” kata Bupati Rocky.

Kepada Rocky, Abdullah mengaku rumah milik orangtuanya dulu rusak ketika Aceh dilanda konflik di tahun 2001. Setelah rumahnya dirusak orang tak dikenal, lalu dirinya terpaksa harus menumpang di rumah tetangga. Pasca damai, Abdullah bersama adik dan kakaknya yang belum menikah membuat rumah dari berbagai spanduk bekas sebagai tempat tinggal.

“Alhamdillah, setelah bertahun-tahun saya tempati gubuk yang tak layak huni ini akhirnya saya mendapat rumah layak huni, Alhamdulillah, terimakasih pak bupati,” kata Abdullah sambil menyeka air mata bahagia di pipinya. Ya..Abdullah memang bukan pria kebanyakan, akibat keterbatasan ekonomi, ia yang kini berusia 70 tahun belum memiliki pendamping hidup. Sehari-hari ia menerima makanan dan minuman dari keponakannya. [Iskandar Idi]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *