,

Sengketa Perbatasan Harus Diselesaikan Sejak Dini

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh diminta untuk menyelesaikan sengketa tapal batas perbatasan secara tuntas, baik tapal batas antara Provinsi Aceh dengan Sumatera Utara, maupun antar kabupeten/kota di Aceh.

Hal itu disampaikan Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, H Firmandez, Selasa, 12 September 2017 terkait masih belum selesainya sengketa perbatasan beberapa daerah di Aceh.

Bahkan untuk menyelesaikan sengketa tapal batas antara Kabupaten Bireuen dengan Kabupaten Bener Meriah, H Firmanzes selaku anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Aceh 2, telah memfasilitasi pertemuan Bupati Bireuen H Saifannur dengan Bupati Bener Meriah Ahmadi. Minggu malam, 10 September 2017 di Jakarta.

“Kedua bupati sudah sepakat untuk segera menyelesaikan sengketa perbatasan itu dengan cara-cara persuasive, dari hati ke hati, malah direncanakan akan ada potong kerbau untuk kenduri besar di perbatasan. Sikap ini harus disambut oleh Pemerintah Aceh untuk menyelesaikannya dengan segera, agar ada kejelasan secara adminitrasi kependudukan bagi warga yang tinggal di daerah sengketa tersebut,” jelas H Firmandez.

H Firmandez berharap, ke depan tidak ada lagi perdebatan terkait tapal batas wilayah. Setiap sengketa yang muncul hari ini, harus diselesaikan secara permanen dengan menguntungkan kedua belah pihak.

“Selama ini kan dari 23 kabupaten/kota di Aceh, ada 39 titik sengketa tapal batas antar kabupaten/kota,s erta 9 titik sengketa perbatasan Aceh dengan Sumatera Utara di 5 kabupaten. Ini harus diselesaikan segera, jangan sampai bentrok warga Aceh dengan Sumatera Utara karena perlebutan lahan persawahan seperti terjadi di Aceh Singkil tahun lalu terjadi lagi,” harap anggota Komisi V DPR RI tersebut.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *