1.5 C
Alba Iulia
Wednesday, December 11, 2019

Sembilan Perusahaan Deres Getah Pinus Gayo Lues Secara Maraton

Must Read

Polisi Musnahkan Satu Ton Lebih Ganja Sitaan

BLANGKEJEREN - Satu ton ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Mapolres Gayo Lues. Barang haram tersebut merupakan hasil...

Setelah Dua Bulan Dipenjara, Polisi Serahkan Mantan Kepala Desa Blangkucir ke Jaksa

BLANGKEJEREN - Kasus dugaan korupsi Dana Desa yang dilakukan Kepala desa Blangkuncir, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues yang merugikan...

H Firmandez Masuk Pengurus Ikatan Alumni Lemhanas

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, H Firmandez dipercayakan menjadi pengurus Ikatan Alumni Lembaga...
Avatar
Redaksi
Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

BLANGKEJEREN – Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Gayo Lues mencatat ada sembilan perusahaan yang masih aktif sedang melakukan penderesan getah pinus secara marathon di sepuluh kecamatan. Hampir seluruh kawasan hutan produksi terbatas dan hutan Areal Penggunaan Lain (APL) sudah dikuasai oleh perusahaan getah pinus tersebut.

Kepala Dinas Kehutanan Gayo Lues, Ir Eling Purwanto bersama Syahrizal Kabid Planologi dan Kawasan Hutan, Sabtu, 14 Mei 2016 mengatakan, kesembilan perusahaan itu adalah PT Gabah Dunak, Koprasi Blangnangka, PT Ika Trias Serangkai, PT Kencana Hijau Lestari, PT Muzakar Kongsi, PT Hong Hok, CV Pia Rika Lestari, Koprasi Sara Ate, dan CV Gayo Bujang Genali.

“Kebanyakan perusahaan itu diberikan izin oleh Provinsi Aceh, hanya sebagian kecil yang mengurus izinya di Gayo Lues. Perusahaan yang mendapat izin dari provinsi hanya mengantarkan surat tembusan ke Dinas Kehutanan Gayo Lues,” jelasnya.

Setiap satu perusahaan menderes getak minimal 500 hektar, sedang perusahaan yang paling luas areal deresnya mencapai 16.000 hektar. Sementara hasil yang diperoleh perusahaan langsung disampaikan ke Dinas Kehutanan Aceh tanpa harus diketahui oleh Dinas Kehutanan Gayo Lues. “Yang melakukan pengawasan bukan kami, tetapi Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH),” ungkapnya.

Dalam surat rekomendasi yang diterima Dinas Kehutanan Kabupaten Gayo Lues, setiap pohon pinus yang mati akibat penderesan akan ditanam kembali oleh perusahaan yang bersangkutan beserta pengayaan.

Sedangkan jika terdapat perusahaan yang menderes pohon pinus kecil yang tidak sesuai dengan standarnya akan diberi teguran dan bisa saja izin penderesanya dihentikan, namun hingga saat ini belum ada temuan seperti itu yang sampai ke Dinas Kehutanan. “Hingga sekarang belum ada yang mati akibat dideres getah pinusnya, kalau ada sudah pasti kita suruh untuk ditanam kembali,” terang Syahrizal.

Setiap perusahaan yang mendapatkan getah pinus, Pemkab Gayo Lues dan Pemerintah Provinsi Aceh hanya mendapatkan sekian persen dari penjualannya untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).[Win Porang]

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Polisi Musnahkan Satu Ton Lebih Ganja Sitaan

BLANGKEJEREN - Satu ton ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Mapolres Gayo Lues. Barang haram tersebut merupakan hasil...

Setelah Dua Bulan Dipenjara, Polisi Serahkan Mantan Kepala Desa Blangkucir ke Jaksa

BLANGKEJEREN - Kasus dugaan korupsi Dana Desa yang dilakukan Kepala desa Blangkuncir, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues yang merugikan keuangan Negara Rp 258.656.349 sudah...

H Firmandez Masuk Pengurus Ikatan Alumni Lemhanas

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, H Firmandez dipercayakan menjadi pengurus Ikatan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhanas). Politisi...

GTA Terobos Jalur Ekstrem Lesten-Pulo Tiga

BLANGKEJEREN - Tim Blutax's Jimny off Road 4x4 Gayo Lues bersama tim Gayo Trail Adventure (GTA) berhasil menerobos jalur ekstrem di lintasan...

Menikmati Pesona Lhok Gob di Belantara Pidie Jaya

Pesona sungai Lhok Gob yang membelah belantara Pidie Jaya di Gampong Kumba, Bandar Dua, sungguh sangat memanjakan mata. Wisata alam yang asri dan menenangkan...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -