,

Sembilan Perusahaan Deres Getah Pinus Gayo Lues Secara Maraton

BLANGKEJEREN – Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Gayo Lues mencatat ada sembilan perusahaan yang masih aktif sedang melakukan penderesan getah pinus secara marathon di sepuluh kecamatan. Hampir seluruh kawasan hutan produksi terbatas dan hutan Areal Penggunaan Lain (APL) sudah dikuasai oleh perusahaan getah pinus tersebut.

Kepala Dinas Kehutanan Gayo Lues, Ir Eling Purwanto bersama Syahrizal Kabid Planologi dan Kawasan Hutan, Sabtu, 14 Mei 2016 mengatakan, kesembilan perusahaan itu adalah PT Gabah Dunak, Koprasi Blangnangka, PT Ika Trias Serangkai, PT Kencana Hijau Lestari, PT Muzakar Kongsi, PT Hong Hok, CV Pia Rika Lestari, Koprasi Sara Ate, dan CV Gayo Bujang Genali.

“Kebanyakan perusahaan itu diberikan izin oleh Provinsi Aceh, hanya sebagian kecil yang mengurus izinya di Gayo Lues. Perusahaan yang mendapat izin dari provinsi hanya mengantarkan surat tembusan ke Dinas Kehutanan Gayo Lues,” jelasnya.

Setiap satu perusahaan menderes getak minimal 500 hektar, sedang perusahaan yang paling luas areal deresnya mencapai 16.000 hektar. Sementara hasil yang diperoleh perusahaan langsung disampaikan ke Dinas Kehutanan Aceh tanpa harus diketahui oleh Dinas Kehutanan Gayo Lues. “Yang melakukan pengawasan bukan kami, tetapi Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH),” ungkapnya.

Dalam surat rekomendasi yang diterima Dinas Kehutanan Kabupaten Gayo Lues, setiap pohon pinus yang mati akibat penderesan akan ditanam kembali oleh perusahaan yang bersangkutan beserta pengayaan.

Sedangkan jika terdapat perusahaan yang menderes pohon pinus kecil yang tidak sesuai dengan standarnya akan diberi teguran dan bisa saja izin penderesanya dihentikan, namun hingga saat ini belum ada temuan seperti itu yang sampai ke Dinas Kehutanan. “Hingga sekarang belum ada yang mati akibat dideres getah pinusnya, kalau ada sudah pasti kita suruh untuk ditanam kembali,” terang Syahrizal.

Setiap perusahaan yang mendapatkan getah pinus, Pemkab Gayo Lues dan Pemerintah Provinsi Aceh hanya mendapatkan sekian persen dari penjualannya untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *