,

Selamatkan Pemuda Aceh dari Jerat Kurir Narkoba

BANDA ACEH – Sempitnya lahan pekerjaan dan tingginya angka pengangguran, menjadi masalah utama yang membuat masyarakat terjerumus dalam jaringan perdaran narkoba. Pemerintah Aceh harus ambil peduli menyelamatkan para pemuda Aceh agar tidak menjadi kurir narkoba, sindikat narkoba internasional disinyalir sudah lama bermain di Aceh.

Hal itu disamapaikan Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, H Firmandez, Minggu malam, 18 Juni 2017. Politisi Golkar ini mengaku sangat prihatin dengan banyaknya pemuda Aceh yang menjadi kurir narkoba.

“Ini sangat mengkhawatirkan, bukan hanya pemuda, malah ada ibu-ibu yang menjadi kurir narkoba. Bayaran yang mereka terima tidak seberapa dibandingkan dengan resiko pekerjaan gelap tersebut. Pemerintah Aceh harus memikirkan ini,” harap H Firmandez.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Golkar Bidang Maritim ini menjelaskan, berdasarkan data pihak kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) ada 17 jalur “tikus” penyeludupan narkoba melalui laut dari Malaysia ke Aceh.

“Kemampuan polisi dan BNN juga pasti ada batasnya dalam menutup jalur-jalur tersebut. Pemerintah Aceh juga harus membantu dana untuk itu, menciptakan alternative development di daerah-daerah rawan agar pemuda sekitar daerah tersebut tidak terjerumus,” harap anggota DPR RI asal Aceh ini.

H Firmandez menambahkan, merupakan sebuah ironi mengetahui bahwa dari sekian banyak kasus jaringan internasional peredaran narkoba asal Malaysia ke Indonesia, 70 persen kurirnya merupakan pemuda Aceh.

Banyaknya pemuda Aceh yang terlibah dikarenakan tidak adanya lapangan pekerjaan, serta desakan ekonomi dan upaya untuk memperoleh uang banyak dalam waktu sinkat, dengan mengabaikan resiko besar.

“Untuk mencegah ini, sosialisasi tentang bahaya narkoba harus terus dilakukan secara terus menerus, jangan hanya seremoni belaka dengan seminar-seminar di kantor, tapi langsung ke tengah masyarakat di daerah rawan peredaran gelap narkoba,” tegas H Firmandez.

H Firmandez menilai, seseorang yang sudah pernah menjadi kurir narkoba walau hanya sekali, akan sangat sulit untuk keluar dari lingkaran sindikat narkoba. Dalam beberapa kasus malah, sang kurit dikondisikan dengan terpaksa untuk terus bekerja.

“Jadi tak ada istilah coba saja sekali, dapat uang berhenti. Itu mustahil, karena sindikat akan membuat seorang terus terjebak di dalamnya, ia tak bisa keluar dari lingkaran setan itu. Jadi sekali lagi saya harapkan Pemerintah Aceh untuk benar-benar ambil peduli dalam masalah ini,” pungkas H Firmandez.[HK]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *